Jatuh dari Harga IPO, Saham PGEO Mau ke Mana?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masih tertekan dan berada di bawah harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Pada perdagangan Senin (20/3/2023), PGEO ditutup melemah 0,62% ke Rp 800. Dari harga perdana yang dipasang Rp 875, saham PGEO sudah ambles 8,57%.
Pengamat Pasar Modal Satrio Utomo menyebut, bukan tak mungkin saham PGEO dapat kembali mengalami penurunan yang mendalam menyusul berbagai sentimen negatif yang mengikuti.
“Kalau kita lihat memang tren saham-saham BUMN ini kurang baik, termasuk ya punya Pertamina juga,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/3/2023).
Pria yang akrab disapa Tommy tersebut membandingkan saham PGEO dengan nasib emiten anak Pertamina lainnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) yang setelah 15 tahun melantai di bursa, tapi harganya masih berada di bawah harga IPO.
“Kita tahu ELSA itu IPO dari 2008 dengan harga Rp 400 per lembar. Coba sekarang tengok harganya masih Rp 300-an. Terus PGEO ini mau gimana,” paparnya.
Co-Founder Sahamology itu menyatakan faktor fundamental dan teknikal menjadi hal terpenting dalam investasi saham. Di sisi lain, investor ritel tidak diberikan informasi yang gamblang soal tingginya risiko bisnis panas bumi sebagai landasan analisis fundamental.
“PGEO ini semacam kehilangan fungsi investor relations. Akhirnya investor cari tahu sendiri dan akhirnya membuat kejatuhan sahamnya sendiri,” ungkap dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






