Jumat, 15 Mei 2026

Belanja Besar, Blue Bird (BIRD) Tancap Gas Kejar Pertumbuhan

Penulis : Muawwan Daelami
24 Mar 2023 | 10:36 WIB
BAGIKAN
Armada taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD). (Dok. B-Universe Photo)
Armada taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) meyakini ruang untuk bertumbuh selepas pandemi Covid-19 masih terbuka lebar. Perseroan pun fokus meningkatkan volume kapasitas.

Wakil Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono menyampaikan bahwa perseroan terus bergerak maju demi mengejar pertumbuhan dengan meningkatkan volume kapasitas.

Itulah mengapa, pada tahun ini, Blue Bird mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang besar hingga Rp 2 triliun guna menghasilkan pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan, karena revovery setelah pandemi ini kita belum melihat full mobility kembali, kita melihat room to growth masih luas. Apalagi, banyak pemain lain yang memang belum berhasil kembali dari kolapsnya sejak pandemi," beber Adrianto, baru-baru ini.

Pandemi Covid-19, tutur Adrianto, telah memberikan pelajaran berarti bagi perseroan untuk bisa bertahan di tengah tekanan disrupsi. Beruntungnya, emiten berkode saham BIRD tersebut memiliki dua faktor kunci, yaitu pelanggan yang loyal dan pegawai yang tiada hentinya untuk mendistribusikan layanan terbaik kepada para pelanggan.

Di luar itu, faktor yang tak kalah krusial, kata dia, adalah dengan tetap menjadi relevan bagi para pelanggan. Untuk itu, perseroan pun bertransfromasi dari semula hanya berfokus pada layanan rental taksi, menjadi perusahaan berbasis mobility as service dengan masuk ke berbagai layanan seperti intercity, logistik, dan lain-lain.

"Kita juga berubah menjadi iot system. Basically, as computer kita bisa minta sistem itu untuk melakukan apa pun. Mau pakai sebagai mitra boleh, jam-jaman boleh, fixed price boleh, mode charter juga boleh. Sehingga itulah fungsinya yang mengubah kita dari perusahaan taksi rental bus menjadi mobility as service company," terangnya.

Bahkan manajemen BIRD menyebutkan bahwa pelanggan tidak lagi perlu mengontrak 100 mobil, misalnya. Melainkan, cukup kontrak 60 hingga 70 mobil berdasarkan mobility movement. Selanjutnya, BIRD akan sesuaikan dengan ad-hoc usage, sehingga biaya akan menurun.

Dengan begitu, selain fokus mengejar pertumbuhan, BIRD juga terus bersiasat agar dapat menekan biaya. Bagaimana pun, pada situasi seperti sekarang, semua perusahaan pasti mencari cara supaya biaya turun.

"Apalagi yang mau diperas? Gak ada lagi. Jadi, pokoknya cost down terus," tutup Adrianto.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia