TBP Harita Nickel (NCKL) Dikabarkan Pertimbangkan Harga IPO Rp 1.250
JAKARTA, investor.id - Entitas nikel Harita Group, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau TBP dikabarkan mempertimbangkan penetapan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di harga kisaran tertinggi.
Dilansir dari Bloomberg, Trimegah Bangun Persada condong ke harga IPO Rp 1.250 per saham. Hal tersebut menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Pertimbangan harga di batas atas itu lantaran pemesanan awal pada IPO TBP disebut mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed.
Diskusi terus berlangsung dan belum ada keputusan akhir yang dibuat. Perwakilan dari perusahaan menolak berkomentar, sebagaimana diberitakan Bloomberg.
TBP Harita Nickel disebut telah memasarkan sebanyak 8,1 miliar saham di rentang harga Rp 1.220-1.250 per saham.
Jika harga IPO di batas atas, maka perusahaan akan mengumpulkan sebanyak Rp 10,1 triliun (U$ 660 juta) dan melampaui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebagai IPO yang terbesar di Indonesia tahun ini.
Harita mengoperasikan pabrik peleburan asam bertekanan tinggi pertama di pulau Obi di Maluku Utara, menurut situs web-nya. Proses HPAL mengubah bijih berkadar rendah lokal menjadi endapan hidroksida campuran, suatu bentuk nikel yang dapat diproses lebih lanjut untuk membuat baterai.
Fasilitas HPAL memiliki kapasitas produksi 55.000 ton per tahun. Tahun depan, pabrik baru akan menggandakan produksinya menjadi 120.000 ton.
Perusahaan akan menentukan harga penawarannya pada hari Jumat dengan perdagangan dijadwalkan dimulai pada 12 April. Credit Suisse Group AG, BNP Paribas SA, Citigroup Inc. dan PT Mandiri Sekuritas adalah koordinator global bersama.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





