Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Lagi-Lagi Berguguran   

Penulis : Indah Handayani
25 Mar 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lagi-lagi berguguran pada perdagangan Jumat (24/3/2023). Dengan demikian, harga CPO rontok tiga hari berturut-turut. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (24/3/2023), hanya kontrak berjangka CPO untuk pengiriman April 2023 yang naik tipis sebesar 1 Ringgit Malaysia sehingga menjadi 3.751 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan selebihnya harga CPO berguguran.

Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Mei 2023 amblas 38 Ringgit Malaysia menjadi 3.607 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Juni 2023 terkoreksi 57 Ringgit Malaysia menjadi 3.512 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 menurun 61 Ringgit Malaysia menjadi 3.474 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Agustus jatuh 59 Ringgit Malaysia menjadi 3.457 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 terkikis 54 Ringgit Malaysia menjadi 3.450 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pergerakan harga CPO terpantau mengalami koreksi tipis. Sentimen yang mempengaruhi adalah meningkatnya permintaan negara importir dilihat dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1 - 20 Maret yang naik sebesar 3% secara bulanan. Selain itu, permintaan dalam negeri juga meningkat memasuki bulan puasa.

“Untuk potensi resistance terdekat di level 3.650 Ringgit Malaysia per ton, dan support terdekat di level 3.525 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya, Jumat (24/3/2023).

Namun, lanjut Yoga, harga CPO tertekan karena harga minyak nabati yang tengah memasuki musim panen di negara produsen utama seperti Brasil, sehingga dari sisi pasokan masih cukup berlimpah, dan juga berlanjutnya kesepakatan ekspor via Laut Hitam selama 60 hari juga turut meredakan kekhawatiran pengiriman minyak nabati dari wilayak konflik Ukraina ke pasar global.

“Selain itu, krisis perbankan yang melanda AS dan Eropa beberapa waktu lalu turut memberikan tekanan dari sisi permintaan,” jelasnya.

Menurut Yoga, penurunan harga minyak nabati, seperti minyak rapeseed dan minyak kedelai berfungsi sebagai produk substitusi dari CPO, maka korelasinya sejalan terhadap harga CPO. Sehingga dengan penurunan harga minyak nabati maka juga berpotensi menurunkan harga CPO. "Efeknya sendiri berpotensi masih akan bertahan setidaknya hingga pasokan di negara produsen terutama Brasil kembali stabil," tambahnya. 

Sedangkan selama kuartal I-2023, Yoga menilai harga CPO di awal tahun yang berada di atas level 4.000 Ringgit Malaysia per ton. Maka kinerja CPO selama kuartal I melemah sebesar kurang lebih 18%, mengingat harga saat ini di kisaran 3.500 Ringgit Malaysia per ton.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia