Jumat, 15 Mei 2026

Saham-Saham Inggris, Jerman dan Prancis Melorot Dua Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
25 Mar 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi: Bursa saham Eropa/IST
Ilustrasi: Bursa saham Eropa/IST

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis melorot pada perdagangan Jumat waktu setempat (25/3/2023). Membukukan penurunan unntuk dua hari beruntun.

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 94,15 poin (1,26%) menjadi menetap di 7.405,45. Indeks FTSE 100 tergerus 67,42 poin (0,89%) menjadi 7.499,60 poin pada Kamis (23/3/2023). Setelah terdongkrak 30,62 poin (0,41%) menjadi 7.566,84 poin pada Rabu (22/3/2023). Serta, menguat 132,37 poin (1,79%) menjadi 7.536,22 poin pada Selasa (21/3/2023).

Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

ADVERTISEMENT

Hal senada juga terjadi pada saham-saham Jerman berakhir dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 253,16 poin (1,66%) menjadi menetap di 14.957,23.

Indeks DAX 40 jatuh 5,80 poin (0,04%) menjadi 15.210,39 pada Kamis (23/3/2023). Setelah menguat 20,85 poin (0,14%) menjadi 15.216,19 pada (22/3/2023). Serta, terangkat 261,96 poin (1,75%) menjadi 15.195,34 pada Selasa (21/3/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya tujuh saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 33 saham lainnya mengalami kerugian.

Deutsche Bank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Jerman menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 8,53%.

Sedangkan saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris jatuh 124,15 poin (1,74%) menjadi menetap di 7.015,10. Indeks CAC 40 menguat 8,13 poin (0,11%) menjadi 7.139,25 pada Kamis (23/3/2023). Setelah terkerek 18,21 poin (0,26%) menjadi 7.131,12 pada Rabu (22/3/2023). Bertambah 99,77 poin (1,42%) menjadi 7.112,91 pada Selasa (21/3/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya lima saham yang berhasil meraih keuntungan, sementara 35 saham lainnya mengalami kerugian.

Societe Generale SA, biasa juga disebut sebagai SocGen, sebuah perusahaan jasa keuangan multinasional yang berbasis di Prancis menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 6,13%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia