Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Antam (ANTM) Melompat Tinggi!

Penulis : Zsazya Senorita
26 Mar 2023 | 19:21 WIB
BAGIKAN
Proyek pabrik feronikel Antam (ANTM) di Halmahera Timur. (Foto: ANTM)
Proyek pabrik feronikel Antam (ANTM) di Halmahera Timur. (Foto: ANTM)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menghasilkan penguatan profitabilitas pada 2022 dengan laba bersih Rp 3,82 triliun atau melesat 105% dibandingkan tahun 2021.

Sepanjang tahun lalu, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID ini juga mencatatkan kenaikan penjualan bersih sekitar 19% (yoy) menjadi Rp 45,93 triliun.

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang (Antam) Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, pencapaian pertumbuhan tersebut didukung upaya perseroan dalam mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama, antara lain nikel, emas, dan bauksit di tengah pemulihan ekonomi global serta outlook positif komoditas logam dasar dan logam mulia sepanjang 2022.

ADVERTISEMENT

“Optimalisasi tingkat produksi dan penjualan komoditas utama Antam mendukung capaian earnings before interest, taxes, depreciation, and amortisation (EBITDA) 2022 mencapai Rp 7,35 triliun, naik 29% dari EBITDA 2021 yang sebesar Rp 5,71 triliun,” kata Syarif dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3/2023).

Di tengah tantangan kenaikan biaya energi dan bahan baku, emiten berkode saham ANTM ini juga menjaga laba kotor sebesar Rp 8,21 triliun atau naik 29% pada 2022. Selanjutnya, perseroan membukukan laba usaha Rp 3,94 triliun pada 2022 atau tumbuh 44% (yoy).

Tercatat, total penghasilan lain-lain bersih ANTM tahun lalu mencapai Rp 1,37 triliun, tumbuh signifikan dari 2021 yang senilai Rp 305 miliar. Pertumbuhan laba bersih ANTM pun memperkuat nilai laba bersih per saham dasar menjadi Rp 159, naik signifikan dari Rp 77,47.

Manajemen ANTM mengeklaim, perseroan juga mampu memperkuat struktur keuangan dengan nilai ekuitas konsolidasian sebesar Rp 23,71 triliun per 31 Desember 2022 atau naik 14% (yoy). Sedangkan kewajiban keuangan ANTM turun 18% menjadi Rp 9,93 triliun.

“Ini didukung kemampuan perusahaan menurunkan tingkat pinjaman berbunga, yang terdiri atas pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman investasi sebesar Rp 3,01 triliun, turun 49%,” jelas Syarif.

Dia menambahkan, total aset ANTM sepanjang 2022 mencapai Rp 33,64 triliun atau naik 2% (yoy). Soliditas posisi keuangan ini turut diapresiasi dengan peringkat B+ (outlook positif) dari corporate credit rating S&P Global pada 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia