Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih MNC Digital (MSIN) Turun 14%

Penulis : Zsazya Senorita
27 Mar 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi MNC Digital (Foto: Perseroan)
Ilustrasi MNC Digital (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) membukukan pendapatan Rp 3,51 triliun pada 2022, meningkat 14% dari tahun sebelumnya Rp 3,08 triliun. Namun, laba bersih per seroan turun 14,75% menjadi Rp 339,77 miliar tahun lalu.

Direktur MNC Digital Entertainment (MSIN) Valencia Tanoesoedibjo menjelaskan, penurunan laba bersih tahun lalu disebabkan amortisasi dan depresiasi aset digital (intangible) perseroan sebesar

Rp 299,9 miliar. Adapun pendapatan perseroan dikontribusi oleh bisnis konten yang menghasilkan pendapatan Rp 2,42 triliun pada 2022 dari 2,07 triliun tahun sebelumnya atau naik 17%.

ADVERTISEMENT

“Hingga 2022, perseroan masih mendominasi pangsa pasar produksi di semua genre, menjadikannya produsen konten terbesar di Tanah Air,” tulis Valencia dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Tahun lalu, dia menuturkan, bisnis iklan digital perseroan mencetak pendapatan Rp 1,5 triliun atau naik 13%. ini terutama disebabkan peningkatan kinerja superapp perseroan, RCTI+, tujuh portal online, serta monetisasi berkelanjutan dari platform media sosial MSIN.

Pada periode 2022, perseroan memperoleh pendapatan tambahan sebesar Rp 423 miliar dari Vision+, superapp SVOD. Ini merupakan peningkatan 12% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban langsung MNC Digital naik 13% menjadi Rp 2,45 triliun sepanjang tahun lalu. Ini disebabkan peningkatan output produksi konten dan berbagai biaya konten dalam bentuk video, audio, musik, dan teks untuk semua aset digital perseroan.

Adapun EBITDA anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) ini meningkat 15% pada 2022 menjadi Rp 739 miliar, yang mewakili margin EBITDA sebesar 21%.

“Tahun ini, kami akan melakukan peluncuran game pertama Fight of Legends, yang tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi di seluruh dunia. Game ini diyakini menjadi salah satu katalis utama perseroan dalam jangka panjang,” tutup Valencia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia