Jumat, 15 Mei 2026

Emas Tergelincir 30 Dolar Saat Selera Risiko Meningkat

Penulis : Grace El Dora
28 Mar 2023 | 12:08 WIB
BAGIKAN
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. (Foto: ANTARA/REUTERS/aa)
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. (Foto: ANTARA/REUTERS/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas kembali melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua beruntun. Meredanya kekhawatiran atas sector perbankan Amerika Serikat (AS) mendorong selera terhadap aset-aset berisiko, mengakibatkan berkurangnya permintaan untuk investasi safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April 2023 di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 30 dolar AS atau 1,51% menjadi ditutup pada 1.953,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.984,00 dolar AS dan terendah di 1.945,00 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 12,10 dolar AS atau 0,61% menjadi 1.983,80 dolar AS pada Jumat (24/3), setelah melonjak 46,30 atau 2,37% menjadi 1.995,90 dolar AS pada Kamis (23/3), dan terkerek 8,50 dolar AS atau 0,44% menjadi 1.949,60 dolar AS pada Rabu (22/3).

ADVERTISEMENT

Berkurangnya kekhawatiran sistem perbankan semakin mengurangi daya tarik emas. First Citizens BancShares, perusahaan induk bank yang berbasis di North Carolina, akan mengakuisisi Silicon Valley Bank (SVB) yang bermasalah dari Federal Deposit Insurance Corporation. Harga saham First Citizens melonjak 22% pada penutupan pasar emas Senin (27/3).

“Harga emas tergelincir di tengah imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dan peningkatan selera risiko,” kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Wakil Gubernur Federal Reserve (Fed) untuk Pengawasan Michael Barr mengatakan bank sentral akan “bertanggung jawab penuh” atas setiap pengawasan atau kegagalan peraturan yang melibatkan Silicon Valley Bank (SVB). Ini merupakan yang pertama jatuh di antara bank-bank AS dua minggu lalu, memicu efek domino.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei jatuh 19,40 sen atau 0,83 persen, menjadi ditutup pada 23,145 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 6,80 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi menetap pada 977,10 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia