Harga Emas Melesat, Begini Prospek Saham Bumi Minerals (BRMS)
JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diuntungkan tren kenaikan harga jual emas tahun ini. Kinerja keuangan perseroan juga akan didukung ekspektasi lonjakan volume penjualan emas tahun ini setelah pabrik kedua mulai dioperasikan.
Analis Sucor Invest Andreas Yordan Tarigan menyebutkan bahwa harga jual emas telah naik tajam hingga kini setelah berita kegagalan sistem keuangan di Amerika Serikat (AS). Bahkan, harga jual emas diprediksi mencapai US$ 2.300 per oz tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai US$ 1.800 per oz.
“Kenaikan harga jual emas akan menguntungkan BRMS, apalagi perseroan membidik lonjakan volume produksi emas tahun ini,” tulisnya dalam riset terbaru.
BRMS diprediksi mencetak kenaikan volume penjualan sebanyak 721% menjadi 44 kilo oz tahun ini. Peningkatan volume produksi diperkirakan berlanjut menjadi 58 kilo oz pada 2024.
Hal ini mendorong Sucor Securits untuk memproyeksikan rata-rata pertumbuhan laba (CAGR) tahunan perseroan mencapai 88% dalam tiga tahun ke depan. Hal ini menjadikan saham BRMS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 282.
BRMS membukukan laba bersih senilai US$ 14 juta pada 2022, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 69 juta. Sebaliknya pendapatan perseroan naik dari US$ 11 juta menjadi US$ 12 juta. Penurunan laba bersih menjadikan laba per saham BRMS turun dari Rp 11 menjadi Rp 1.
Sedangkan tahun ini, BRMS diproyeksikan mencatatkan lonjakan laba bersih menjadi US$ 25 juta dengan pendapatan diprediksi melesat menjadi US$ 96 juta. Laba bersih tersebut diprediksi lanjutkan peningkatan menjadi US$ 37 juta pada 2024 dan US$ 91 juta pada 2025.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





