Jumat, 15 Mei 2026

Bukalapak (BUKA) Cetak Laba Bersih Rp 1,9 Triliun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Mar 2023 | 14:43 WIB
BAGIKAN
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Perseroan)
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember 2022.

Pendapatan Bukalapak pada 4Q22 tumbuh sebesar 97% menjadi Rp 1,029 triliun (year on year/yoy). Sementara pendapatan Bukalapak pada FY22 meningkat sebesar 94% yoy menjadi Rp 3,618 triliun.

Dalam keterangan resmi perseroan pada 28 Maret 2023 dijelaskan, kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 44% pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2021 (FY21) menjadi 54% pada FY22.

ADVERTISEMENT

Bukalapak membukukan adjusted earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (adjusted EBITDA) sebesar negatif (-) Rp 235 miliar pada 4Q22, di mana rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari negatif 1,1% di 4Q21 menjadi negatif 0,6% di 4Q22.

Selanjutnya, Bukalapak membukukan laba operasional sebesar Rp 1,760 triliun pada FY22, atau mengalami peningkatan sebesar 203% dari rugi operasional sebesar Rp 1,709 triliun pada FY21, terutama disebabkan oleh laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Bank Tbk.

Oleh karena itu, perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 1,978 triliun pada FY22, atau meningkat sebesar 218% dari rugi bersih sebesar Rp 1,676 triliun pada FY21.

Meskipun perseroan telah mencatat laba bersih pada FY22, manajemen menegaskan bahwa perseroan tetap memiliki fokus pada kinerja operasional perseroan. Oleh karena itu, manajemen perseroan tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja perseroan.

Dengan peningkatan efisiensi yang diiringi oleh pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas perseroan, termasuk dengan investasi lancar seperti obligasi pemerintah dan reksadana sebesar Rp 20,3 triliun pada akhir 4Q2022.

Dengan rata-rata pendapatan bunga per kuartal dan meningkatnya EBITDA per kuartal, Bukalapak memiliki cash runway untuk lebih dari 50 tahun.

Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif di mana total processing value (TPV) selama kuartal keempat tahun 2022 (4Q22) tumbuh sebesar 20% menjadi Rp 41,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Sebanyak 75% TPV perseroan berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.  

Mitra Bukalapak terus menghasilkan pertumbuhan yang baik divmana TPV Mitra pada 4Q22 bertambah sebesar 17% menjadi Rp 19,0 triliun yoy dan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022 (FY22) tumbuh sebesar 31% menjadi Rp 73,6 triliun yoy.

Pertumbuhan Mitra ini terus didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir bulan Desember 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 16,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.

Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Pada periode FY22, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV membaik menjadi 0,9% dibandingkan dengan 1,1% yoy.

Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,1% pada kuartal keempat tahun 2021 (4Q21) menjadi 0,2% terhadap TPV di 4Q22.

Manajemen perseroan berhasil membukukan pertumbuhan margin kontribusi positif di kuartal ini. Margin kontribusi Marketplace Bukalapak terhadap TPV Marketplace meningkat dari 0,3% di 4Q21 menjadi 0,6% di 4Q22, sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5% di 4Q21 menjadi -0,3% di 4Q22.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia