Jumat, 15 Mei 2026

MBM Gelar IPO Kakap, Target Dana Rp 9,6 Triliun

Penulis : Zsazya Senorita
28 Mar 2023 | 20:35 WIB
BAGIKAN
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBM/MBMA), akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target dana maksimal Rp 9,61 triliun.

Perseroan akan melepas 11 miliar saham atau 10,24% melalui IPO dengan kisaran harga Rp 780-795. Nilai IPO mencapai Rp 8,74 triliun dan bisa mencapai Rp 9,61 triliun, bila ada kelebihan pemesanan (oversubscribed).

Dikutip dari prospektus yang tayang di Investor Daily, Selasa (28/3/2023), apabila terjadi kelebihan pemesanan di penjatahan terpusat, perseroan akan mengeluarkan saham tambahan sebanyak-banyaknya 1,1 miliar saham biasa atau mewakili 1,01%.

ADVERTISEMENT

MBM akan menggunakan 48% dana hasil IPO untuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas berjangka US$ 300 juta. Ini akan dibayarkan kepada MDKA dan ING Bank NV cabang Singapura, masing-masing US$ 225 juta dan US$ 75 juta.

Selanjutnya, sekitar 5% dana IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dipergunakan MBM untuk mengambil hak tagih sebesar US$ 30 juta atau Rp 460,5 miliar yang timbul dari perjanjian fasilitas dukungan induk oleh Merdeka Copper kepada PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).

“Sekitar 1,5% akan digunakan untuk modal kerja, antara lain biaya karyawan, biaya jasa profesional, dan biaya keuangan,” tulis MBM dalam prospektus IPO.

Bagian lain dari dana hasil IPO, sekitar 8% rencananya dipinjamkan kepada MTI untuk membiayai sebagian belanja modal proyek acid iron metal (AIM) I yang dijadwalkan mulai produksi semester II-2023.

Kemudian, 14% dana hasil IPO akan dianggarkan sebagai pinjaman ke PT Zhao Hui Nickel (ZHN) antara lain untuk membiayai sebagian belanja modal pemasangan konversi nikel matte pada smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) ZHN yang dalam pembangunan.

“Sekitar 5,5% akan dipinjamkan kepada PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) untuk modal kerja, meliputi biaya karyawan, jasa profesional, pembayaran royalti ke negara, hingga biaya penambangan,” tambah manajemen MBMA.

Sisanya, sekitar 26% dana hasil IPO berencana dipakai untuk penyetoran modal kepada PT Merdeka Industri Mineral (MIN) yang akan diteruskan sebagai modal dan pinjaman ke PT Sulawesi Industri Parama (SIP) masing-masing 50%.

Modal dan pinjaman uang untuk SIP nantinya ditujukan pada pembangunan fase pertama pabrik high pressure acid leach (HPAL) berkapasitas 60 ribu ton per tahun di Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).

Para penjamin emisi efek dalam aksi korporasi ini adalah Indo Premier Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia. Masa penawaran awal (book building) saham MBMA dilaksanakan pada 28 Maret-4 April 2023, perkiraan tanggal efektif dan penjatahan, masing-masing 11 April dan 14 April 2023, dan IPO 12-14 April,

Tanggal distribusi saham secara elektronik dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masing-masing diperkirakan berjalan 17 April dan 18 April 2023.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia