Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Terangkat 19,70 Dolar, Greenback Melemah

Penulis : Grace El Dora
29 Mar 2023 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Antam Pulo Gadung, Jakarta pada 14 Maret 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)
Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Antam Pulo Gadung, Jakarta pada 14 Maret 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

CHICAGO, investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian dua hari berturut-turut di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran atas sektor keuangan mereda, sehingga mengurangi selera terhadap mata uang safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat 19,70 dolar AS atau 1,01% menjadi ditutup pada 1.973,50 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.977,00 dolar AS dan terendah di 1.949,90 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 30 dolar AS atau 1,51% menjadi 1.953,80 dolar AS pada Senin (27/3), setelah jatuh 12,10 dolar AS atau 0,61% menjadi 1.983,80 dolar AS pada Jumat (24/3), dan melonjak 46,30 atau 2,37% menjadi 1.995,90 dolar AS pada Kamis (23/3).

ADVERTISEMENT

Dolar AS melemah pada Selasa (28/3) karena kekhawatiran atas krisis perbankan yang surut mengurangi permintaan terhadap mata uang aman, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,41% menjadi 102,4281.

“Investor emas tidak berpikir krisis perbankan sudah berlalu atau, mungkin lebih mungkin, luka darinya di pasar kredit telah secara permanen mengurangi pengetatan yang diperlukan dari bank sentral,” kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, Rabu (29/3).

“Itu bisa menjadi bullish, jika demikian, untuk emas dan para pedagang bahkan mungkin mengincar level tertinggi sepanjang masa jika penurunan suku bunga tahun ini menjadi kenyataan,” tambah Erlam, dilansir dari Antara.

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa menahan kenaikan emas lebih lanjut. Harga rumah S&P CoreLogic Case-Shiller mendingin pada Januari 2023, naik hanya 3,8% secara nasional dibandingkan tahun sebelumnya. Ini turun dari 5,6% pada Desember 2022.

Sementara itu, The Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen AS naik menjadi 104,2 pada Maret 2023 dari 103,4 pada di bulan sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,50 sen atau 1,19%, menjadi ditutup pada 23,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot 10,60 dolar atau 1,08%, menjadi menetap pada 971,90 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia