Emas Tergelincir 0,30%, Investor Ramai-ramai Ambil Untung
CHICAGO, investor.id – Harga emas tergelincir turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya. Investor ramai-ramai ambil untung, setelah dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari kerugian dua hari berturut-turut di tengah harapan krisis perbankan yang meluas dapat dihindari.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange, merosot 5,90 dolar AS atau 0,30% menjadi ditutup pada 1.984,50 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.993,20 dolar AS dan terendah di 1.976,40 dolar AS.
Baca Juga:
Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 Per GramEmas berjangka terangkat 19,70 dolar AS atau 1,01% menjadi 1.973,50 dolar AS pada Selasa (28/3), setelah jatuh 30 dolar AS atau 1,51% menjadi 1.953,80 dolar AS pada Senin (27/3), dan terpuruk 12,10 dolar AS atau 0,61% menjadi 1.983,80 dolar AS pada Jumat (24/3).
Dolar AS menguat pada perdagangan Rabu (29/3), di tengah pelemahan yen Jepang. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,21% menjadi 102,6478.
Trader juga mengambil untung, karena emas berjangka gagal diperdagangkan di atas level resistensi 1.990 dolar AS.
Sementara itu National Association of Realtors (NAR) pada Rabu (29/3) melaporkan indeks penjualan rumah tertunda AS, yakni kontrak penjualan telah ditandatangani namun belum diselesaikan, naik 0,8% pada Februari 2023 ke level tertinggi sejak Agustus 2022, meredam harga emas.
Selera risiko perlahan kembali ke pasar minggu ini. Tetapi sentimen saat ini untuk emas masih bullish karena para trader khawatir tentang prospek industri perbankan dan fokus pada kemungkinan resesi, menurut analis pasar.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 4,60 sen atau 0,20%, menjadi ditutup pada 23,466 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 5,50 dolar AS atau 0,57%, menjadi menetap pada 977,40 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






