Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Ini IPO Incar Rp 350 M, tapi dari Waran Berharap Rp 1,2 T

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Mar 2023 | 13:15 WIB
BAGIKAN
Fasilitas warehouse dan forklift PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). (Foto: Perseroan)
Fasilitas warehouse dan forklift PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Penyedia sewa forklift, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham atau 20%. Harga yang akan ditawarkan di kisaran Rp 100-200 per saham.

Dalam prospektus Sarana Mitra Luas, dikutip Kamis (30/3/2023), perseroan membidik dana IPO sebanyak-banyaknya Rp 350 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) digelar pada 30 Maret-11 April 2023. Di mana MNC Sekuritas dipercaya jadi penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 2,45 miliar waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 5 saham baru perseroan berhak memperoleh 7 waran seri I, di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan.

ADVERTISEMENT

Harga pelaksanaan waran nantinya Rp 500. Sehingga total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 1,22 triliun atau lebih besar dari taksiran dana yang bakal didapat dari IPO.

Pemegang saham SMIL saat ini adalah Hadi Suhermin 60%, Lucia Irawaty Lie 30%, dan Winston Suhermin 10%.

Perseroan berusaha di bidang rental forklift yang didirikan pada tahun 2006. Di mana perseroan awalnya memiliki sekitar 100 unit diesel forklift merek Toyota, Caterpillar, dan TCM yang berkapasitas 2,5-15 ton dan dipasarkan pada workshop perseroan yang berlokasi di Gemalapik, Cikarang.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan baik di wilayah Jawa dan Sumatera, perseroan memiliki workshop utama yang beralamat di Gemalapik, Cikarang dengan luas area sekitar 5.000 m2.

Perseroan telah menjadi salah satu perusahaan rental forklift terkemuka di Indonesia dengan memiliki total lebih dari 3.000 unit material handling equipment dari 1,5-30 ton dengan berbagai produk rental forklift yang dipasarkan.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sekitar 42,66% atau sekitar Rp 149,31 miliar untuk pembelian 436 unit forklift dan material handling equipment lainnya dalam rangka menambah kapasitas dan diversifikasi unit rental perseroan.

Sekitar 18,39% atau sekitar Rp 64,37 miliar akan digunakan untuk pembelian 505 unit lithium battery dan 500 unit lithium battery charger dalam rangka menunjang operasional electric forklift perseroan.

Sekitar 3,27% atau sekitar Rp 11,43 miliar akan digunakan untuk pembelian 36 unit kendaraan operasional dalam rangka menunjang operasional perseroan.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, antara lain namun tidak terbatas untuk pembayaran gaji karyawan, pembayaran utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional, dan lain-lain.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, antara lain namun tidak terbatas untuk pembayaran gaji karyawan, pembelian sparepart, biaya bahan bakar, pembiayaan kegiatan operasional, dan lain-lain.

Perkiraan tanggal efektif 28 April dan masa penawaran umum ditaksir 3-8 Mei. Adapun pencatatan saham dan waran Sarana Mitra Luas di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada 10 Mei.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia