Jumat, 15 Mei 2026

Kelar IPO, Merdeka Battery (MBMA) Langsung Garap Proyek US$ 1,2 miliar 

Penulis : Harso Kurniawan
31 Mar 2023 | 04:25 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), induk usaha PT Merdeka Battery Materials. (Foto: MDKA)
Salah satu fasilitas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), induk usaha PT Merdeka Battery Materials. (Foto: MDKA)

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBM/MBMA) berencana membangun pabrik nikel untuk baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) tahap I berkapasitas 60 ribu ton per tahun dengan investasi US$ 1,28 miliar.

Pabrik itu menggunakan teknologi high pressure acid leach (HPAL) untuk menghasilkan nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP). Rencananya, MBM membangun dua pabrik HPAL dengan total kapasitas  240 ribu ton per tahun. Dalam rantai bisnis baterai EV, MHP diolah lagi menjadi nikel dan kobalt sulfat, prekursor katoda atau kutub positif sel baterai.

“Sebesar 18% dari dana hasil IPO (initial public offering/IPO) akan disisihkan untuk proyek HPAL tahap I,” jelas Presiden Direktur MBM Devin Ridwan dalam konferensi pers paparan publik IPO MBMA di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan, dana itu akan disetor sebagai modal kepada PT Merdeka Industri Mineral (MIN), yang akan diteruskan sebagai modal dan pinjaman ke PT Sulawesi Industri Parama (SIP).  Bila saham yang ditawarkan MBM melalui IPO laku diserap pasar, perseroan akan menyetorkan modal Rp 1,73 triliun ke pabrik HPAL di Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), Sulawesi Tenggara. Namun, Devin belum menerangkan sumber pendanaan lain untuk menutup total investasi HPAL tahap I.

Dia menerangkan, pembangunan pabrik HPAL tahap I ditargetkan selesai pada 2025. Dalam jangka panjang, perseroan berniat membangun dua pabrik HPAL dengan kapasitas masing-masing 120 ribu ton per tahun. Namun, manajemen masih enggan membocorkan informasi terkait pabrik HPAL kedua MBM.

Dia menuturkan, proyek HPAL menjadi fokus kerja MBM, karena diprediksi berkontribusi sekitar 25% dari EBITDA 2025. Salah satu bentuk hilirisasi nikel ini diproyeksikan menjadi kontributor kinerja terbesar MBM, dibandingkan proyek hilirisasi yang lain, berdasarkan proyek yang dilakukan saat ini.

“Tentunya, banyak juga faktor penentu kontribusi ini. Misalnya, harga MHP yang dihasilkan HPAL berfluktuasi,” jelas Devin.

Untuk berproduksi, dia menerangkan, pabrik HPAL akan mengambil nikel limonit dari tambang PT Sulawesi Cahaya Mining (SCM) yang berdekatan. SCM memiliki tambang nikel dengan sumber daya terbesar di dunia, sesuai JORC.

Sebagai langkah awal proyek IKIP HPAL fase I, MBM menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Ningbo Brunp Contemporary Amperex Co Ltd pada 16 Maret 2023 mengenai pengembangan tahap pertama berkapasitas 60 ribu ton per tahun. Ningbo adalah afiliasi dari Contemporary Amperex Technology Co Limited (Brunp CATL)

Executive Chairman PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), induk MBM,  Andrew Starkey mengungkapkan, pengumuman lebih lanjut sehubungan proyek IKIP HPAL fase II akan diumumkan secepat mungkin.

“Brunp CATL menjadi pemegang saham di Merdeka pada Mei 2022. Ini menandai dimulainya kerja sama strategis berkelanjutan kami dengan Brunp CATL terkait rantai nilai baterai di Indonesia,” ungkap dia.

Di sisi lain, MBM memiliki sumber daya nikel yang dapat diproduksi sampai 20 tahun lebih. Emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 April ini memiliki cadangan nikel 13,8 juta ton nikel melalui anak usaha SCM. SCM memiliki sumber daya 1,1 miliar ton lebih bijih, yang mengandung 13,8 juta ton nikel dengan kadar nikel 1,22% dan 1 juta ton kobalt dengan kadar 0,08%.

Sementara itu, MBM akan melepas 11 miliar saham atau 10,24% melalui IPO dengan kisaran harga Rp 780-795. Nilai IPO mencapai Rp 8,74 triliun dan bisa mencapai Rp 9,61 triliun bila ada kelebihan pemesanan (oversubscribe).

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia