Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Terbang 4.545%, Bos Blue Bird (BIRD) Angkat Bicara

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mar 2023 | 09:35 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono. (Foto: Zsazya Senorita)
Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono. (Foto: Zsazya Senorita)

JAKARTA, investor.id - PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,59 triliun pada 2022 atau tumbuh 62% year on year (YoY) dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya di angka Rp 2,2 triliun.

Perseroan juga membukukan peningkatan EBITDA yang signifikan hingga dua kali lipat menjadi Rp 868 miliar dari Rp 432 miliar dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan ini didukung oleh meredanya kasus Covid-19 dan pencabutan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sepanjang tahun 2022, Bluebird mencatatkan laba bersih sebesar Rp 364 miliar, meningkat tajam hingga mencapai lebih dari 40x lipat dibandingkan tahun sebelumnya di angka Rp 9 miliar. Pencapaian tersebut diraih seiring dengan upaya perseroan mempertahankan posisi kas dan neraca yang sehat dan kuat.

ADVERTISEMENT

Bahkan pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan periode pra-pandemi di tahun 2019, di mana Bluebird mencetak keuntungan sebesar Rp 317 miliar.

Adapun Blue Bird membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 358,35 miliar pada 2022. Jumlah itu melesat 4.545% dari realisasi tahun 2021 yang hanya Rp 7,71 miliar.

Hal ini merupakan wujud nyata ketangguhan perseroan untuk bangkit dari krisis melalui berbagai upaya transformasi untuk memberikan layanan mobilitas yang relevan dan kembali menjadi pemimpin pasar di industri layanan mobilitas di Indonesia.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono menjelaskan kinerja positif Bluebird bukanlah sesuatu yang mudah dicapai di tengah berbagai tantangan dan disrupsi pandemi Covid-19.

“Sebagai penanda lebih dari 50 tahun perjalanan kami melayani negeri, dengan penuh syukur Bluebird dapat mengukuhkan posisinya pada industri transportasi di Indonesia melalui kinerja yang luar biasa positif,” paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/3/2023).

Melalui berbagai tantangan, lanjut dia, Bluebird mengambil peluang untuk melayani permintaan yang terus bertumbuh dari pelanggan retail maupun korporat melalui layanan mobilitas yang relevan dengan situasi dan kondisi, fitur layanan terintegrasi dan berkualitas terbaik.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan di segala aspek, termasuk integrasi ekosistem melalui aplikasi All New MyBluebird 6, peningkatan utilitas IoT demi pengalaman pelanggan dan layanan pengemudi yang lebih baik, explorasi monetisasi aset, serta secara berkelanjutan terus mengeksplorasi peluang perluasan bisnis demi pertumbuhan perseroan,” paparnya.

"Pencapaian kinerja 2022, menunjukkan bahwa Bluebird telah melakukan strategi penyesuaian yang tepat dalam melaksanakan pengelolaan pengeluarannya, sehingga Bluebird mampu menciptakan sistem operasi yang lebih efisien sejalan dengan dinamika yang terjadi tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada penumpang," tambah Sigit.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa Bluebird saat ini beroperasi di 18 kota besar di Indonesia, didukung oleh 54 depo yang tersebar secara nasional. Per akhir tahun 2022, perseroan mengoperasikan lebih dari 20 ribu armada, naik 4,4% dibandingkan tahun 2021 yang mencakup semua segmen taksi Bluebird.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia