Kamis, 14 Mei 2026

Petinggi Blibli (BELI) Buka-bukaan Strategi Perusahaan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Apr 2023 | 21:05 WIB
BAGIKAN
Blibli (BELI). Ist
Blibli (BELI). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mencatatkan pertumbuhan total processing value (TPV) mencapai 89% pada 2022 menjadi Rp 61,39 triliun, dari sebelumnya Rp 32,40 triliun di 2021. Peningkatan itu didorong oleh peningkatan kinerja di semua segmen bisnis.

TPV sendiri merupakan jumlah nilai produk dan jasa yang dibayar dan dikirim pada periode/tahun yang relevan.

Pemulihan yang kuat dari bisnis perjalanan daring menyusul pembukaan pembatasan akibat pandemi di Indonesia berdampak positif pada TPV ritel 3P perseroan yang tumbuh 135% pada tahun 2022.

Perseroan mengakui pendapatan dari penjualan barang dan jasa di platform ritel 1P, ritel 3P, institusi, dan toko fisik perseroan. Pendapatan pada platform ritel 1P dan institusi dihasilkan dari penjualan barang dan jasa yang dibeli perseroan secara grosir dari pemasok untuk kemudian dijual secara langsung kepada konsumen dan institusi di platform online perseroan.

ADVERTISEMENT

Pendapatan segmen ritel 3P perseroan diperoleh dari biaya jasa platform yang dihasilkan dari penjualan barang dan jasa oleh penjual 3P melalui platform online perseroan. Pendapatan dari segmen toko fisik dihasilkan dari penjualan barang dan jasa di gerai offline perseroan.

Adapun pendapatan neto konsolidasi juga bertumbuh sebesar 72% dari Rp 8,85 triliun pada 2021 menjadi Rp 15,26 triliun pada 2022. Marjin laba bruto konsolidasi tercatat sebesar 6,5% pada 2021 dan 8% pada 2022, meningkat terutamanya didorong oleh kenaikan take rate.

CEO & Co-Founder Global Digital Niaga Kusumo Martanto mengungkapkan, tahun 2022 dipenuhi oleh berbagai tantangan serta banyak faktor-faktor yang di luar kendali.

Tema besar untuk para pelaku sektor teknologi di Indonesia saat ini, khususnya e-commerce, adalah bagaimana cara beradaptasi dengan dinamika perubahan preferensi konsumen dalam bertransaksi menyusul dibukanya pembatasan akibat pandemi.

“Namun, kami tetap memegang teguh arah dan strategi kami sepanjang tahun, termasuk menjalankan berbagai inisiatif baru pada platform e-commerce dan OTA kami, memperdalam berbagai sinergi di dalam ekosistem, serta mempercepat ekspansi kehadiran toko-toko fisik untuk mendorong strategi omnichannel kami,” papar Kusumo dalam keterangannya, Sabtu (1/4/2023).

Sejak awal, tambah dia, perusahaan selalu menekankan dan berupaya untuk membangun model bisnis yang tepat dengan fokus untuk memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik bagi konsumen, mengembangkan hubungan jangka panjang dengan semua mitra, serta mengembangkan ekosistem secara sistematis, yang memungkinkankami untuk bertumbuh secara berkelanjutan.

“Dengan kondisi pasar yang terus berubah, kami percaya bahwa saat ini kami berada pada posisi yang lebih baik untuk berkompetisi dan semakin optimis untuk bertumbuh dan mencapai profitabilitas,” lanjutnya.

CFO & Co-Founder Global Digital Niaga Hendry mengungkapkan, sepanjang tahun 2022, perusahaan melihat seluruh segmen bisnisnya bertumbuh cukup pesat di atas tren industri, disertai dengan kinerja keuangan yang lebih sehat.

“Ini merupakan hasil dari usaha berkelanjutan kami melalui beberapa langkah strategis termasuk ekspansi dalam jumlah pilihan produk, mengembangkan eksosistem dan menerapkan efisiensi biaya di berbagai area untuk memperoleh struktur biaya yang lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, posisi kas serta fasilitas kredit yang perusahaan miliki saat ini cukup untuk membiayai seluruh strategi bisnis di masa yang akan datang.

2023

Pada tahun 2023, perseroan akan berfokus untuk mengembangkan dan memperkuat berbagai sinergi potensial di dalam ekosistem untuk mendorong penjualan silang (cross-selling) antar platform, serta memperkuat strategi omnichannel melalui ekspansi toko-toko fisik yang lebih luas lagi.

Hal tersebut akan membuat perseroan mampu bertumbuh secara lebih efisien dengan mengurangi biaya iklan dan pemasaran, serta menurunkan biaya akuisisi pelanggan.

Dengan kepemimpinan biaya, optimalisasi marjin, dan keunggulan operasional ekosistem sebagai fokus-fokus utama perseroan di tahun 2023, perseroan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnis lebih jauh lagi dan, pada saat bersamaan, membawa perusahaan ke jalur yang benar menuju profitabilitas.

“Pada tahun 2023 ini, kami percaya bahwa dengan berfokus pada strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), optimalisasi marjin (margin optimization) dan keunggulan operasional ekosistem (ecosystem operational excellence), kami berada pada jalur yang tepat untuk mengembangkan bisnis kami lebih jauh, dan pada saat bersamaan, semakin mendekatkan kami pada profitabilitas,” ujar Hendry.

Untuk diketahui, pada November 2022, Blibli telah menyelesaikan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga IPO berhasil mendekati rentang atas dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp 450 per saham.

Penawaran saham dalam IPO ini dimaksimalkan menjadi 15% dari modal saham setelah IPO, dan menghasilkan dana sekitar Rp 8 triliun. Dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar Rp 53,3 triliun, IPO perseroan merupakan IPO terbesar kedua di Indonesia sepanjang tahun 2022.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 58 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia