Ini Transformasi Terbesar Telkom (TLKM), Potensi Cuan Sahamnya juga Besar?
JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia (TLKM) tengah menanti spin-off Indihome yang segera tiba dan platform konsumen baru yang berdasarkan prinsip-prinsip Fixed Mobile Convergence (FMC), yaitu menggabungkan layanan telepon rumah (fixed) dan telepon seluler. FMC akan menjadi salah satu transformasi terbesar Telkom.
“Gabungan layanan ini akan meningkatkan penyerapan layanan digital konsumen, ARPU, dan pertumbuhan pendapatan Telkom, serta memperbaiki struktur biaya. Pada titik ini, FMC menawarkan jalur yang jelas untuk menembus layanan digital dan berbagi biaya di pasar prabayar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam risetnya.
Baca Juga:
Ini Dia Mesin Pertumbuhan Telkom (TLKM)Selain akan menjadi transformasi terbesar Telkom sejauh ini, strategi FMC mengiringi lima langkah berani perseroan yang diterapkan pada 2021-2023 dan peningkatan pendapatannya akan tercermin pada 2024-2025.
Menyusul IPO Mitratel (MTEL) dan pembentukan perusahaan pusat data TDE, transformasi segmen konsumen Telkom akan menjadi tonggak berikutnya dan terbesar mengingat ukuran bisnis Telkomsel dan Indihome saat ini.
Pangsa pasar konektivitas Telkom (seluler dan fixed home) diperkirakan sebesar 52% pada 2021, sementara pangsa pasar Digital Life & Smart Platform (DLSP) hanya sebesar 13%, yang menunjukkan potensi peningkatan cross-sell dalam digital jasa.
Niko menjelaskan, Telkom sedang mengembangkan konsep Satu Aplikasi Digital dan berbagi biaya konsumen. Emiten berkode saham TLKM ini sedang mempromosikan paket data prabayar grup. Salah satu skenarionya adalah Telkom mempromosikan pilihan gaya hidup (MAXstream, Dunia Games, dan lain-lain) yang dikumpulkan dalam satu aplikasi tidak hanya kepada individu tetapi juga kepada kelompok individu.
“Meluncurkan platform FMC akan membuka kunci aplikasi konsumen ini di tingkat rumah tangga dan UKM lebih cepat dan membantu pengguna berbagi biaya. Telkomsel memiliki 160 juta pelanggan untuk dikonsolidasikan, 9 juta langganan Indihome tampaknya dengan pertumbuhan yang melambat secara mandiri, dan 505 ribu pelanggan Orbit pada 9 bulan 2022,” sebut Niko.
Perbedaan penetrasi dalam layanan tersebut menunjukkan peningkatan cross-selling yang signifikan antara mobile dan fixed internet, apalagi layanan gaya hidup dan penguatan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU). FMC tepat dilakukan sebelum penerapan 5G.
“Sebanyak 23 dari 25 perusahaan telekomunikasi global memiliki unit tetap dan seluler di bawah satu perusahaan, dengan kepemilikan hampir 100%,” jelas Niko.
Baca Juga:
Indosat (ISAT) Ingin Garap Bisnis BaruT-Mobile dan Telkom adalah pengecualian, dengan Telkom diharapkan untuk mengubahnya. Telkom secara keseluruhan akan meningkatkan melalui integrasi jaringan saat ini (mobile, fixed, wifi, IP, dan lain-lain), serta integrasi sumber daya infrastruktur (terminal, kabinet, menara kabel dan lain-lain). Selain itu, konvergensi layanan pada satu ID atau nomor.
“5G akan tersedia di tahun-tahun mendatang dan Fixed Wireless adalah kasus penggunaan paling menonjol saat ini menurut OEM Ericsson, menjadikan FMC cara terbaik untuk memonetisasi 5G,” ungkap Niko.
Menurut dia, platform FMC Telkom akan membuat layanan lebih terjangkau. Dengan kemajuan FMC, kita akan melihat proliferasi cloud konsumen dan perangkat IOT dengan simcard baru, yang semuanya dapat ditagih secara potensial menjadi satu tagihan, satu ID/nomor dengan biaya yang dapat disebar di antara anggota rumah tangga/grup.
Sementara itu, mengenai saham TLKM, Niko menegaskan bahwa saham tersebut tergolong defensif dengan prospek pertumbuhan yang membaik. TLKM menawarkan profitabilitas dan arus kas yang stabil yang menghasilkan dividen dengan pertumbuhan yang membaik. Perseroan memperkirakan pertumbuhan sektor sebesar 8% CAGR 2021-2025 dengan asumsi Telkom sebagai penggerak sektor tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham TLKM dengan target harga Rp 5.000. Hingga berita ini ditayangkan, TLKM berada di level Rp 4.060. Dengan demikian, potensi cuan dari saham TLKM masih cukup besar mencapai 23%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






