Jumat, 15 Mei 2026

Proses Merger Bank MNC (BABP) dan Bank Nobu (NOBU) Lancar, Rampung Agustus!

Penulis : Nida Sahara
4 Apr 2023 | 21:35 WIB
BAGIKAN
Pelayanan nasabah di Bank Nobu. (Foto ilustrasi: Dok. B-Universe)
Pelayanan nasabah di Bank Nobu. (Foto ilustrasi: Dok. B-Universe)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) atau Bank Nobu. Dengan proses yang berjalan lancar, aksi korporasi tersebut bisa rampung pada Agustus 2023.

“Nobu dan Bank MNC terus kami monitor perkembangannya, sejauh ini on the right track, mereka sudah bentuk tim merger, konsultan hukum, dan juga konsultan keuangan. Jadi, kelihatannya target Agustus bisa tercapai,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Senin (3/4/2023).

Dian mengungkapkan, aksi merger ini diharapkan menjadi suatu prototype yang bisa dilakukan secara sukarela. "Ini masyarakat sedang menanti-nanti dan saya yakin bahwa tidak akan ada ganjaran yang berarti dalam proses merger selanjutnya," kata dia.

ADVERTISEMENT

Apalagi, kata Dian, ini merupakan sinergi yang dilakukan oleh dua konglomerat besar Tanah Air melalui merger bank mereka, yakni James Riady dan Hary Tanoe. Dengan merger dua bank tersebut, dapat memperluas ekosistem dan mendukung perekonomian nasional.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Nobu Mario Satrio sempat menjelaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan susunan jadwal rencana aksi korporasi merger tersebut sesuai timeline yang telah ditetapkan."Perseroan akan menyampaikan informasi terkait corporate action tersebut sesuai timeline-nya," jelas dia.

Adapun saat ini, Bank Nobu tengah fokus melaksanakan tahapan corporate action penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) melalui skema rights issue. Namun, Bank Nobu berkeyakinan bahwa rencana sinergi yang akan dilakukannya dengan Bank MNC (BABP) tersebut akan membawa dampak positif terhadap kinerja perseroan.

"Setiap corporate action yang dilakukan perseroan sejalan dengan POJK Konsolidasi Bank Umum dan bertujuan untuk mendukung pengembangan volume usaha perseroan dalam jangka panjang guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkas Mario.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia