Jumat, 15 Mei 2026

Aset Samudera Indonesia (SMDR) Melonjak Tajam, Begini Kata Bosnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Apr 2023 | 11:08 WIB
BAGIKAN
PT Samudera Indonesia Tbk. Foto: Perseroan
PT Samudera Indonesia Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - Jumlah aset PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melonjak tajam menjadi US$ 1,15 miliar per 31 Desember 2022. Padahal di akhir tahun 2021, jumlahnya hanya US$ 829,18 juta.

Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastosatomo memberikan penjelasan terkait perubahan jumlah aset sebesar 39% tersebut.

Dia memaparkan perubahan tersebut antara lain disebabkan karena kenaikan aset lancar sebesar 52% dari US$ 429,4 juta di tahun 2021 menjadi US$ 652 juta per Desember 2022.

ADVERTISEMENT

“Hal itu akibat dari peningkatan kinerja keuangan perusahaan per Desember 2022 yang ditunjukkan dengan kenaikan yang terjadi pada pos kas dan setara kas serta piutang usaha,” papar Farida dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (5/4/2023).

Selain itu, lanjutnya, terjadi kenaikan aset tidak lancar sebesar 25% dari US$ 399,7 juta di tahun 2021 menjadi US$ 501,3 juta per Desember 2022, akibat dari peningkatan aset hak guna atas penambahan jumlah sewa kapal serta akuisisi aset tanah dan bangunan.

“Fakta material tersebut memberikan dampak positif bagi perusahaan karena meningkatkan rasio-rasio keuangan perusahaan,” jelas Farida.

SMDR yang merupakan perusahaan pelayaran, membukukan pendapatan jasa senilai US$ 1,15 miliar sepanjang 2022. Angka itu melambung 71% dari realisasi 2021 US$ 672,91 juta.

Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 212,69 juta, sementara pada 2021 jumlahnya US$ 93,02 juta. Artinya melesat 128,64%. Laba per saham dasar US$ 0,065 pada 2022. Tahun sebelumnya US$ 0,028.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia