Target Harga Baru Saham Raja Mi Instan (ICBP), Masih Gurih nih!
JAKARTA, investor.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menetapkan pedoman setahun penuh 2023 dengan mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 10-12%. Target ini didorong oleh bisnis di luar negeri yang tumbuh lebih cepat.
Indofood CBP membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun pada kuartal IV-2022, menjadikan laba bersih setahun penuh 2022 menjadi Rp 4,6 triliun, turun 28,3% dibanding tahun sebelumnya. Hasil ini setara 68,3% dan 86,8% dari perkiraan dan konsensus analis.
Namun, analis menghitung bahwa pendapatan inti Indofood CBP sebesar Rp 6,8 triliun masih sejalan dengan estimasi yakni 102,1% dan di atas konsensus analis di level 129,7%. Pendapatan kuartal IV-2022 berada di Rp 15,9 triliun, turun 2,6% (QoQ) dan 12% (YoY), sehingga menghasilkan pendapatan setahun penuh Rp 64,8 triliun.
“Pendapatan hingga akhir 2022 sesuai dengan perkiraan kami dan konsensus. Kami mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh kenaikan harga sebesar 6-13% di semua divisi pada 2022. Perusahaan menerapkan kenaikan harga kecil di kuartal IV-2022, namun sejauh ini belum ada kenaikan harga lagi di tahun 2023,” tulis analis RHB Sekuritas Vanessa Kamajaya dalam riset terbaru.
Indofood CBP masih menikmati peningkatan margin bisnis mi instan yang berkelanjutan. Meskipun ada sejumlah tantangan penjualan di beberapa negara yang dilayani oleh Pinehill, bisnis mi Indofood CBP membukukan margin EBIT sebesar 26,1% pada kuartal IV-2022 naik 25,1% dibandingkan periode sama 2021.
Saat ini, divisi mi menyumbang 80-90% dari total EBIT emiten berkode saham ICBP tersebut. Ini terutama dari kenaikan harga hingga 13% di 2022. “Kami tetap positif pada marjinnya di tahun 2023, karena harga gandum yang terus rendah dengan divisi Bogasari Flour Mills mulai menyesuaikan harganya turun sebesar 2% pada awal Maret 2023, dan harga CPO yang stabil,” sebut Vanessa.
Pendapatan divisi mi mencapai Rp 11,7 triliun di sepanjang 2022. Meskipun Pinehill membukukan pendapatan Rp 4,1 triliun dari pasar Timur Tengah dan Afrika, naik 18% (QoQ) secara musiman dan 9% (YoY), ICBP tetap melihat ada tantangan makro pada kuartal I-2023, terutama untuk pasar Afrika.
Sementara itu, margin EBIT bisnis susu meningkat, namun pertumbuhan volume masih menantang. Margin EBIT kuartal IV-2022 bisnis susu berada di 10%, melesat dibanding kuartal IV-2021 di 2,8%. Kenaikan ini berasal dari kombinasi harga susu skim yang lebih rendah dan kenaikan harga besar-besaran sebesar hingga 13% di 2022.
Peluncuran susu UHT seri Korea telah menunjukkan hasil yang positif, namun berdampak minimal pada pertumbuhan volume. Indofood CBP mencatat bahwa bisnis susu mencatat penurunan volume sebesar 10% pada 2022 karena tekanan pada segmen produk susu cair, sementara kinerja segmen produk susu kental manis tetap stabil.
Sementara harga susu skim yang rendah turun 7-8% YTD akan menguntungkan bisnis susu, harga gula yang naik tinggi 4-5% YTD dapat mengimbangi ini.
“ICBP telah mengarahkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10-12%, dengan bisnis di luar negeri tumbuh lebih cepat. Margin EBIT diperkirakan akan mencapai 18-20% pada tahun 2023. Target pendapatan sedikit lebih rendah dari target kami, sementara panduan margin tetap sejalan dengan perkiraan kami,” jelas Vanessa.
RHB Sekuritas merekomendasi beli saham ICBP dengan target harga baru Rp 12.500. Risiko rekomendasi ini termasuk ketegangan geopolitik yang mengakibatkan harga bahan baku lebih tinggi, dan apresiasi rupiah yang lebih lemah dari perkiraan.
“Kami menerapkan diskon ESG 2% untuk nilai intrinsik berbasis DCF berdasarkan metodologi internal kami, untuk mendapatkan target harga,” sebut Vanessa.
Sementara itu, pada perdagangan Kamis (6/4/2023), saham ICBP bertengger di level Rp 10.075. Dengan demikian, potensi cuan dari saham ICBP masih gurih sebesar 24%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






