Jumat, 15 Mei 2026

Dharma Polimetal (DRMA) Targetkan Laba Bersih Naik 25%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
10 Apr 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)
Sumber: Istimewa
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memproyeksikan pendapatan dan laba bersih naik hingga 25% pada 2023. Selain itu,perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar.

Presiden Direktur Dharma Polimetal (DRMA) Irianto Santoso mengatakan, perseroan melihat bisnis otomotif 2023 akan tetap prospektif, meskipun tantangan resesi global masih tetap ada. Prospek yang menjanjikan dari industri otomotif tahun 2023 ini sejalan dengan meningkatnya permintaan otomotif otomotif mulai dari kuartal IV-2022 dan diproyeksikan berlanjut hingga 2023.

“Prospek penjualan kendaraan listrik juga diharapkan akan meningkat, sejalan dengan pemberian insentif baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat oleh pemerintah,” jelasnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Irianto menambahkan, insentif tersebut mensyaratkan adanya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu, sehingga mendorong lokalisasi pembelian komponen kendaraan listrik. “Hal ini sangat positif bagi perusahaan pemasok komponen kendaraan bermotor di Indonesia seperti Dharma Polimetal,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan rencana pemerintah memberi insentif terhadap kendaraan listrik baru-baru ini juga menumbuhkan harapan booming kendaraan listrik. Penjualan mobil listrik di Indonesia sepanjang 2022 tercatat 15.437 unit mobil, melesat 383,46% dari penjualan tahun 2021 yang sebanyak 3.193 unit.

Melalui anak perusahaan PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI), Dharma Polimetal menjalin kerja sama dengan perusahaan penyedia sepeda motor listrik Rakata Motorcycle untuk mengembangkan sistem tukar atau swap baterai kendaraan listrik.

Selain itu, optimisme perseroan akan pertumbuhan pendapatan 2023 juga didukung oleh keberhasilan DRMA mengakuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), perusahaan produsen komponen mobil dan motor milik kelompok usaha dari Jepang, Kuroda Group Co. Ltd. Masuknya TCH sebagai anak perusahaan terkonsolidasi diharapkan akan memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan usaha perseroan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia