Maaf, Adhi Karya (ADHI) Gak Bagi Dividen Dulu
JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022. Laba bersih perseroan tahun lalu Rp 81,2 miliar difokuskan untuk pengembangan internal.
Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan bahwa dari sisi nilai nominal dan kebutuhan untuk pengembangan internal masih memerlukan dana tambahan.
"Jadi, tidak ada pembagian dividen karena masih kecil. Insyallah, mungkin ke depan setelah recovery selesai bisa lebih stabil lagi dengan beberapa sumber proyek yang sudah kita peroleh saat ini," kata Entus kepada Investor Daily, usai RUPST perseroan di Jakarta, Selasa (11/4/2023).
Dengan demikian, sambung Entus, mayoritas dana laba bersih akan digunakan perseroan untuk menambah modal kerja melalui kegiatan-kegiatan investasi.
Baca Juga:
PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 4,08 T"Jadi, masuknya rencana penggunaan 20% atau setara Rp 16,2 miliar jadi dana cadangan karena perseroan wajib memiliki dana cadangan minimal sebesar 20%. Sedangkan yang 80% digunakan untuk dana yang belum digunakan pengunaannya. Tapi, secara cash bisa kita manfaatkan," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Entus juga menyebut bahwa tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,5 triliun.
Baca Juga:
Waskita Precast (WSBP) Berbalik UntungAlokasi kali ini, katanya, akan lebih banyak dibelanjakan untuk setoran ekuitas. Buktinya, semua dana penyertaan modal negara (PMN) dan rights issue sudah perseroan gunakan sebagai setoran ekuitas.
"Jadi, bukan bayar utang, bukan. Tapi, untuk modal kerja. Tapi, kita setorkan ke entitas yang kita ikutkan dalam penyertaan investasi kita," tutup Entus.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






