Jumat, 15 Mei 2026

Maaf, Adhi Karya (ADHI) Gak Bagi Dividen Dulu

Penulis : Muawwan Daelami
11 Apr 2023 | 21:51 WIB
BAGIKAN
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022. Laba bersih perseroan tahun lalu Rp 81,2 miliar difokuskan untuk pengembangan internal.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan bahwa dari sisi nilai nominal dan kebutuhan untuk pengembangan internal masih memerlukan dana tambahan.

"Jadi, tidak ada pembagian dividen karena masih kecil. Insyallah, mungkin ke depan setelah recovery selesai bisa lebih stabil lagi dengan beberapa sumber proyek yang sudah kita peroleh saat ini," kata Entus kepada Investor Daily, usai RUPST perseroan di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, sambung Entus, mayoritas dana laba bersih akan digunakan perseroan untuk menambah modal kerja melalui kegiatan-kegiatan investasi.

"Jadi, masuknya rencana penggunaan 20% atau setara Rp 16,2 miliar jadi dana cadangan karena perseroan wajib memiliki dana cadangan minimal sebesar 20%. Sedangkan yang 80% digunakan untuk dana yang belum digunakan pengunaannya. Tapi, secara cash bisa kita manfaatkan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Entus juga menyebut bahwa tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,5 triliun.

Alokasi kali ini, katanya, akan lebih banyak dibelanjakan untuk setoran ekuitas. Buktinya, semua dana penyertaan modal negara (PMN) dan rights issue sudah perseroan gunakan sebagai setoran ekuitas.

"Jadi, bukan bayar utang, bukan. Tapi, untuk modal kerja. Tapi, kita setorkan ke entitas yang kita ikutkan dalam penyertaan investasi kita," tutup Entus.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia