Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melonjak Saat Dolar AS Melemah

Penulis : Grace El Dora
12 Apr 2023 | 14:56 WIB
BAGIKAN
Emas batangan di pabrik logam mulia sekunder Shchyolkovo. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)
Emas batangan di pabrik logam mulia sekunder Shchyolkovo. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu WIB). Emas berbalik menguat dari kerugian selama tiga hari berturut-turut, karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah menjelang rilis data inflasi negara tersebut.

Namun harga logam kuning ini telah bertengger di atas 2.000 dolar AS untuk perdagangan sesi keenam berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 15,20 dolar AS atau 0,76% menjadi ditutup pada 2.019 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.022,50 dolar AS dan terendah di 2.003,70 dolar AS.

ADVERTISEMENT

Emas berjangka jatuh 22,60 dolar AS atau 1,12% menjadi 2.003,80 dolar AS pada Senin (10/4), setelah tergelincir 9,20 dolar AS atau 0,45% menjadi 2.026,40 dolar AS pada Kamis (6/4), dan menyusut 2,60 dolar AS atau 0,13% menjadi 2.035,60 dolar AS pada Rabu (5/4).

Bursa Comex ditutup Jumat (7/4) untuk hari libur Paskah.

Dolar AS jatuh pada Selasa (11/4) karena investor menunggu data inflasi untuk tanda-tanda lebih lanjut apakah tekanan harga surut, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26% menjadi 102,20.

Indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada Selasa (11/4) naik 0,7% secara tahun ke tahun (YoY) pada Maret. Lajunya paling lambat sejak September 2021 dan lebih lemah dari kenaikan 1,0% pada Februari 2023. Ini menunjukkan inflasi sedang mendingin di Tiongkok.

Sementara itu, Indeks Optimisme Usaha Kecil National Federation of Independent Business (NFIB) AS turun 0,8 poin pada Maret 2023 menjadi 90,1, menandai bulan ke-15 berturut-turut di bawah rata-rata 49 tahun sebesar 98.

Investor sedang menunggu rilis CPI AS untuk Maret 2023, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

“Banyak trader fokus pada data inflasi ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

“Semua orang mencoba memahami apakah proses disinflasi kembali dan apakah ini memperumit apa yang dilakukan Fed,” tambahnya.

Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 25 basis poin (bps) pada pertemuan 2-3 Mei, sebelum berhenti pada Juni 2023. Pasar juga memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga pada akhir tahun karena perkiraan resesi, meskipun pejabat Fed telah menekankan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk menurunkan inflasi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,40 sen atau 1,10% menjadi ditutup pada 25,186 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 2,20 dolar AS atau 0,22% menjadi menetap pada 1.005,10 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia