Harga Emas Melonjak Saat Dolar AS Melemah
CHICAGO, investor.id – Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu WIB). Emas berbalik menguat dari kerugian selama tiga hari berturut-turut, karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah menjelang rilis data inflasi negara tersebut.
Namun harga logam kuning ini telah bertengger di atas 2.000 dolar AS untuk perdagangan sesi keenam berturut-turut.
Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 15,20 dolar AS atau 0,76% menjadi ditutup pada 2.019 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.022,50 dolar AS dan terendah di 2.003,70 dolar AS.
Emas berjangka jatuh 22,60 dolar AS atau 1,12% menjadi 2.003,80 dolar AS pada Senin (10/4), setelah tergelincir 9,20 dolar AS atau 0,45% menjadi 2.026,40 dolar AS pada Kamis (6/4), dan menyusut 2,60 dolar AS atau 0,13% menjadi 2.035,60 dolar AS pada Rabu (5/4).
Bursa Comex ditutup Jumat (7/4) untuk hari libur Paskah.
Dolar AS jatuh pada Selasa (11/4) karena investor menunggu data inflasi untuk tanda-tanda lebih lanjut apakah tekanan harga surut, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26% menjadi 102,20.
Indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada Selasa (11/4) naik 0,7% secara tahun ke tahun (YoY) pada Maret. Lajunya paling lambat sejak September 2021 dan lebih lemah dari kenaikan 1,0% pada Februari 2023. Ini menunjukkan inflasi sedang mendingin di Tiongkok.
Sementara itu, Indeks Optimisme Usaha Kecil National Federation of Independent Business (NFIB) AS turun 0,8 poin pada Maret 2023 menjadi 90,1, menandai bulan ke-15 berturut-turut di bawah rata-rata 49 tahun sebesar 98.
Investor sedang menunggu rilis CPI AS untuk Maret 2023, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
“Banyak trader fokus pada data inflasi ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
“Semua orang mencoba memahami apakah proses disinflasi kembali dan apakah ini memperumit apa yang dilakukan Fed,” tambahnya.
Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 25 basis poin (bps) pada pertemuan 2-3 Mei, sebelum berhenti pada Juni 2023. Pasar juga memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga pada akhir tahun karena perkiraan resesi, meskipun pejabat Fed telah menekankan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk menurunkan inflasi.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,40 sen atau 1,10% menjadi ditutup pada 25,186 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 2,20 dolar AS atau 0,22% menjadi menetap pada 1.005,10 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






