Jumat, 15 Mei 2026

Terus Bertambah, Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 67,9 Triliun

Penulis : Indah Handayani
14 Apr 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penggalangan dana di pasar modal melalui efek bersifat utang (EBUS), rights issue, dan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 14 April 2023 tembus Rp 67,9 triliun. Angka tersebut masih bakal terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan berencana menggalang dana di pasar modal yang ada dalam pipeline BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, angka itu terdiri dari 27 emisi dari 25 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 31 triliun. Ada pula rights issue sebanyak 14 perusahaan tercatat senilai Rp 14,2 triliun. “Ditambah lagi, sebanyak 31 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 22,7 triliun,” ungkap Nyoman Yetna, Jumat (14/4/2023).

Nyoman Yetna menambahkan, di pipeline BEI masih ada sejumlah rencana penggalangan dana, baik melalui EBUS, rights issue, dan IPO. Untuk EBUS, terdapat 33 emisi dari 28 penerbit yang sedang berada di pipeline. Dengan klasifikasi yaitu tiga perusahaan sektor energi, 18 perusahaan sektor keuangan, enam perusahaan sektor industri, empat perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor transportasi, dan satu lagi dari sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk pipeline penggalangan dana lewat rights issue, Nyoman Yetna menjelaskan masih terdapat 24 perusahaan tercatat. Dengan rincian sektor adalah satu perusahaan barang baku, enam perusahaan sektor konsumen non primer, empat perusahaan sektor konsumen primer.

“Ada pula, tiga perusahaan sektor energi, delapan perusahaan sektor keuangan, satu perusahaan sektor teknologi, dan satu perusahaan sektor transportasi & logistic,” jelas Nyoman Yetna.  

Sementara itu, Nyoman Yetna menyebut, saat ini terdapat 49 perusahaan dalam pipeline IPO BEI. Dengan klasifikasi aset perusahaan yang saat in berada di pipeline adalah lima perusahaan aset skala kecil atau aset dibawah Rp 50 miliar. 28 perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar – 250 miliar. Serta, 16 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

Lebih lanjut Nyoman Yetna menjabarkan 49 perusahaan dalam pipeline IPO dengan rincian sektornya adalah enam perusahaan sektor barang baku, 10 perusahaan sektor konsumen non primer, enam perusahaan sektor konsumen primer.

Tidak hanya itu, lanjut dia, ada dua perusahaan sektor energi, dua perusahaan sektor keuangan, satu perusahaan Kesehatan, tiga perusahaan sektor industri, dua perusahaan sektor infrastruktur, lima perusahaan sektor property & real estate, tujuh perusahaan sektor teknologi, dan lima perusahaan sektor transportasi.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia