Jumat, 15 Mei 2026

Penguatan Arus Kas Berlanjut, PTPP Tegaskan Berada dalam Kondisi Sehat

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Apr 2023 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, menungkapkan tingkat kesehatan perseroan sepanjang 2022 menjadi 75,75 dengan kategori Sehat A atau meningkat dari posisisi 71,25 dari tahun sebelumnya.

Penilaian tingkat kesehatan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dengan Nomor KEP-100/MBU/2022 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Penilaian mempertimbangkan tiga aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administrasi perusahaan.

Terkait kemampuan melunasi kewajiban, menurut dia, PTPP dalam kondisi kuat. Hal ini ditunjukkan peringkat Single A (idA) dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat perusahaan tersebut berlaku selama satu tahun sejak Maret 2023 hingga Maret 2024.

ADVERTISEMENT

“Peringkat single A menandakan bahwa PTPP memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan dalam jangka panjang. Sedangkan, kenaikan utang perusahaan sejalan dengan kenaikan aset dan pendapatan usaha, sehingga dapat dikatakan hal tersebut adalah wajar,” ujar Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi melalui penjelasannya di Jakarta, Jumat (14/4/2023).

Sejak tahun 2016, PTPP telah merealisasikan sejumlah aksi korporasi besar melalui pembentukan BUJT dan aktivitas investasi sejumlah aktivitas investasi yang telah dilaksanakan PTPP dalam beberapa tahun ini, seperti PT PP Infrastruktur, PT PP Semarang Demak, PT KIT Batang, PT Celebes Railways Indonesia, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, PT Jasamarga Pandaan Malang, dan lainnya.

Dia mengatakan, pendanaan yang berimbas terhadap peningkatan utang justru berkontribusi terhadap laba perusahaan, baik melalui sinergi lini bisnis, maupun peluang mendapatkan proyek baru melalui kegiatan investasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia