Waskita Karya (WSKT) Buka-bukaan Proyek Garapan
Hingga saat ini, perseroan terus mengebut pembangunan proyek-proyek tersebut. Tentunya dengan memperhatikan segi kualitas dan kuantitas proyek yang sedang dibangun.
Proyek Sekretariat Presiden, Proyek Kemenko 3 dan Kemenko 4 mempunyai keunggulan bahwa perseroan menerapkan sistem smart forest city dan benar-benar mengoptimalkan lahan yang ada.
“Penebangan pohon sebatas pada lahan yang dibangun gedung saja. Lalu pada lereng-lereng, Perseroan Kembali menanami tumbuh-tumbuhan agar tak terjadi deforestasi yang cukup besar,” ucap Ermy Puspa Yunita.
“Tentunya kami optimis proyek-proyek tersebut akan selesai di triwulan I tahun 2024 dengan hasil yang bagus dan berkualitas,” harap Ermy Puspa Yunita.
Untuk keseluruhan, total nilai kontrak di IKN yang sudah didapat perseroan sebesar Rp 4,16 triliun. Sedangkan sejak Januari hingga Maret 2023 ini, perseroan sudah mendapatkan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 4,05 triliun atau sebesar 20% dari target nilai kontrak baru di tahun 2023.
NKB tersebut didapatkan salah satunya dari proyek di luar negeri, yang berasal dari proyek pembangunan Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang ada di Timor Leste dengan total nilai kontrak Rp 1,1 triliun.
Setelah sukses menyelesaikan proyek Bandara Suai dan jalan Sakato-Noefafan yang rampung pada 2020, Waskita kembali dipercaya Pemerintah Timor Leste pada tahun 2022 untuk mengerjakan proyek Jalan Noefefan-Oenuno di Oé-Cusse, Timor Leste senilai 22,1 juta dolar AS atau setara dengan Rp 322 milliar.
Per Maret tahun ini, progresnya sudah mencapai 23,75%. “Rencananya pada tahun 2024 mendatang tepatnya bulan Maret, proyek ini akan rampung dikerjakan,” tutur Ermy Puspa Yunita.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






