Jumat, 15 Mei 2026

Terbebani Keputusan G7, Minyak Melandai

Penulis : Indah Handayani
18 Apr 2023 | 10:31 WIB
BAGIKAN
Pompa angguk (pumpjack) terlihat saat matahari terbenam di ladang minyak Daqing, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok pada 22 Agustus 2019. (Foto: REUTERS/Stringer)
Pompa angguk (pumpjack) terlihat saat matahari terbenam di ladang minyak Daqing, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok pada 22 Agustus 2019. (Foto: REUTERS/Stringer)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau bergerak melandai pada Selasa pagi (18/4/2023). Terbebani keputusan terbaru kelompok G7, serta pernyataan dari Rusia mengenai kestabilan output minyak hingga 2025. Meski demikian, kelanjutan ekspor minyak Irak via Turki yang masih belum jelas, serta penurunan ekspor minyak Saudi sepanjang bulan Februari, membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, kelompok G7 membuat keputusan untuk mempertahankan batas harga US$ 60 per barel untuk minyak Rusia selama beberapa minggu terakhir, meskipun harga minyak mentah global meningkat dan seruan dari beberapa negara anggota untuk menetapkan batas harga yang lebih rendah guna membatasi pendapatan Moskow, kata seorang pejabat di kelompok tersebut pada hari Senin.

Dalam kebijakan batas harga minyak Rusia yang mulai diterapkan pada Desember lalu itu melarang perusahaan negara G7 dan Uni Eropa untuk menyediakan layanan transportasi, asuransi, dan pembiayaan untuk minyak dan produk minyak Rusia jika dijual di atas batas tersebut.

ADVERTISEMENT

“Keputusan terbaru dari kelompok G7 ini mengindikasikan bahwa Rusia masih akan tetap dapat menjual minyaknya seperti yang berjalan saat ini, yang artinya pasokan Rusia tidak akan mengalami gangguan akibat penerapan batas harga tersebut,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (18/4/2023).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga minyak, produksi minyak Rusia diperkirakan akan tetap stabil hingga tahun 2025, kata Wakil Menteri Energi Rusia Pavel Sorokin pada Senin (17/4/2023). Selain itu, Rusia juga merencanakan untuk membangun tempat penyimpanan cadangan minyak dalam upaya meningkatkan fleksibilitas pasokan. dengan mempertimbangkan situasi saat ini di pasar internasional, tingginya volatilitas permintaan dan harga minyak.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Rusia hingga saat ini belum memiliki tempat penyimpanan minyak yang besar, dan pada tahun lalu, seorang pejabat Rusia mengisyaratkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tidak kurang dari 100 juta ton, atau lebih dari 700 juta barel, yang dapat memakan waktu hingga empat tahun.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX memaparkan, Pemerintah Irak dan Pemerintah Daerah Kurdistan dilaporkan telah menyelesaikan masalah teknis penting untuk melanjutkan ekspor minyak dari pelabuhan Turki Ceyhan ke pasar internasional, ungkap empat sumber pada hari Senin.

Meski demikian, salah satu sumber mengatakan bahwa batas waktu untuk melanjutkan ekspor minyak utara Irak masih belum jelas karena masih harus menunggu Turki untuk menyelesaikan kesepakatan pembayaran ganti rugi ke Irak sebesar US$ 1,5 miliar, sebelum ekspor dapat kembali dilanjutkan.

Lebih lanjut Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen positif lainnya datang dari laporan yang menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi pada bulan Februari turun sebesar lebih dari 2% menjadi 7.46 juta bph dari 7.66 juta bph pada Januari, ungkap data resmi yang dirilis oleh Joint Organisations Data Initiative (JODI) pada hari Senin.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 79 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia