Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih BCA (BBCA) Melejit 43%

Penulis : Nida Sahara
27 Apr 2023 | 18:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto: Perseroan
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – Dalam tiga bulan pertama tahun ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dan entitas anak mencetak laba bersih Rp 11,5 triliun, melejit 43% secara year on year (yoy).

Lonjakan ini didorong oleh ekspansi volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, imbal hasil yang lebih tinggi, serta kenaikan pendapatan fee dan komisi selaras dengan peningkatan jumlah transaksi.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya mencatatkan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama kuartal I-2023 sebesar 28% (yoy) menjadi Rp 18,5 triliun. Kemudian, pendapatan selain bunga BCA tumbuh 5,6% (yoy) menjadi Rp 6,3 triliun, yang ditopang oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 6,9% (yoy).

ADVERTISEMENT

Secara total, pendapatan operasional bank bersandi saham BBCA ini sebesar Rp 24,8 triliun atau naik 21,5% (yoy). Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp 1,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Dari fungsi intermediasi, total kredit BBCA tumbuh 12% (yoy) menjadi Rp 713,8 triliun di Maret 2023. Tahun ini pihaknya masih meyakini target pertumbuhan 10-12% bisa tercapai.

“Pertumbuhan kredit meningkat tapi kami jaga tetap prudent, kami jaga momentum, industri 11,3-11,5%, kami tidak spektakuler, kami sama dengan industri tidak memaksakan. Kalau memaksakan buntutnya bakal NPL. Kalau kebutuhan kredit positif akan menambah profitabilitas ke depan,” kata Jahja dalam konferensi pers paparan kinerja BCA kuartal I-2023, Kamis (27/4/2023).

Jika dirinci, kredit korporasi naik 11,7% (yoy) menjadi Rp 320,5 triliun di Maret 2023, dan masih menjadi kontributor utama bagi total kredit BCA. Seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis, kredit komersial dan UKM meningkat 11,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 211,1 triliun. Dukungan BCA pada sektor UKM tercermin pada Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang tercatat sebesar 22,1%, di atas target yang ditetapkan.

Sementara itu, KPR tumbuh 11,6% (yoy) menjadi Rp 109,6 triliun, dan KKB naik 15,2% (yoy) menjadi Rp 47,9 triliun, ditopang oleh gelaran BCA Expoversary 2023 yang sedang dilaksanakan. Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 16,2% menjadi Rp14,0 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 12,7% (yoy) menjadi Rp 174,5 triliun.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia