Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Semakin Dekat Capai Target Profitabilitas

Penulis : Investor Daily
28 Apr 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GoTo. (Foto: Dok. GoTo)
Ilustrasi GoTo. (Foto: Dok. GoTo)

JAKARTA, investor.id – Langkah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mencapai profitabilitas semakin dekat. Pasalnya, perusahaan teknologi ini mampu membukukan kinerja positif serta mampu menekan rugi secara signifikan di kuartal pertama tahun ini.

Emiten yang menaungi Gojek, Tokopedia, GoTo Financials (GTF) dan GoTo Logistics (GTL) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 14% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6 triliun. Pertumbuhan ini merupakan hasil strategi perusahaan untuk meningkatkan kesetiaan konsumen dengan memanfaatkan porto folio produk bernilai tambah (value-added products) dan layanan premium.

Sejalan dengan peningkatan induk usahanya, unit bisnis GOTO juga membukukan kenaikan pendapatan bruto selama kuartal I-2023. Bisnis on-demand services GOTO yang dioperasikan Gojek membukukan kenaikan pendapatan bruto sebesar 12% yoy menjadi Rp 2,99 triliun, sementara pendapatan bruto unit bisnis e-commerce yang dioperasikan Tokopedia juga naik 21% yoy menjadi Rp 2,26 triliun.

Bisnis financial technology yang dijalankan oleh GTF juga naik 25% yoy menjadi Rp 424 miliar. Unit bisnis terbaru GOTO, yaitu logistics yang dioperasikan GTL, juga tumbuh 12% yoy menjadi Rp 580 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Tak hanya mampu mencatatkan kenaikan pendapatan bruto, pendapatan bersih GOTO melesat hingga 123% yoy menjadi Rp 3,33 triliun.

ADVERTISEMENT

EBITDA yang disesuaikan ekosistem digital terbesar di Indonesia ini juga tumbuh sebesar 67% yoy menjadi Rp-1,6 triliun. Jumlah ini setara dengan -1,1% sebagai persentase dari nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV).

Direktur Utama GOTO Andre Soelistyo menyatakan, perusahaan telah berada pada pertengahan jalan menuju target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat. “Fokus kami pada pelanggan setia yang profitabel serta kedisiplinan dalam pengelolaan beban telah meningkatkan efisiensi secara signifikan, sekaligus memberikan sekilas gambaran prospek GOTO di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kamis (27/4/2023).

Andre juga mengatakan, perusahaan akan terus memabngun infrastruktur ekosistem yang semakin solid untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan menuju profitabilitas dalam jangka panjang.

Di tengah perbaikan kinerja, GOTO secara konsisten terus melakukan penghematan beban usaha. Beban operasional berulang (recurring cash opex) perusahaan turun hingga Rp 460 miliar atau 17% secara kuartalan. Beban insentif dan pemasaran produk pun turun signifikan sebesar 39% yoy atau setara dengan Rp 2,6 triliun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia