Jumat, 15 Mei 2026

Tokopedia Perkuat GOTO di Jalur Percepatan Profitabilitas

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Apr 2023 | 15:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Tokopedia. Ist
Ilustrasi Tokopedia. Ist

JAKARTA, investor.id - Unit bisnis e-commerce yaitu Tokopedia turut berkontribusi signifikan terhadap kinerja gemilang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada kuartal-I 2023.

Marketplace terbesar di Indonesia ini mencatatkan kenaikan pendapatan bruto sebesar 21% menjadi Rp 2,26 triliun pada tiga bulan awal tahun ini dibandingkan Rp 1,87 triliun pada kuartal-I 2022.

Pertumbuhan signifikan pendapatan bruto Tokopedia menjadi sorotan karena menandai besarnya peran pelanggan setia terhadap pertumbuhan bisnis perseroan.

Sebab, Tokopedia tetap mampu mencatatkan kenaikan pendapatan di tengah gross transaction value (GTV) di unit bisnis e-commerce sebesar Rp 62,8 triliun pada kuartal I-2023 atau termoderasi kurang dari 4% dibandingkan Rp 65,135 triliun pada kuartal I-2022.  

ADVERTISEMENT

Situasi positif di Tokopedia tersebut turut mendorong terjadinya upaya optimalisasi biaya sehingga terjadi efisiensi di sejumlah pos pengeluaran GOTO. Hasilnya, pendapatan bruto GOTO itu sendiri meningkat 14% menjadi Rp 6 triliun pada kuartal-I 2023 dengan efisiensi biaya insentif pemasaran turun sebesar Rp 2,6 triliun atau 39%.

”Fokus kami pada pelanggan setia yang profitabel serta kedisiplinan dalam pengelolaan beban, telah meningkatkan efisiensi secara signifikan, sekaligus memberikan sekilas gambaran prospek GoTo di masa depan,” ucap Direktur Utama Grup GoTo, Andre Soelistyo dalam keterangan resmi dikutip Jumat (28/4/2023).

Dengan pencapaian Tokopedia tersebut, untuk kali pertama unit bisnis e-commerce GOTO ini juga berhasil mencapai margin kontribusi positif per kuartal-I 2023. Sebesar 0,3% dari GTV atau meningkat 223 basis poin (bps) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pada satu sisi, tercapainya margin kontribusi positif bisnis e-commerce ini sejalan dengan rencana yang ditetapkan manajemen GOTO. Pada saat yang sama, semakin mengukuhkan di jalur cepat menuju profitabilitas yang akan diawali dengan tercapainya EBITDA disesuaikan (adjusted EBITDA) yang positif GOTO pada akhir tahun 2023.

”Dengan tercapainya margin kontribusi positif keseluruhan Grup pada kuartal ini, perseroan berada pada titik penting di tengah upaya mendorong profitabilitas seluruh unit bisnis. Hal ini didukung oleh peningkatan pertumbuhan pendapatan serta rasionalisasi insentif secara konsisten,” terang Direktur Keuangan Grup GoTo, Jacky Lo.

Analis

Analis BCA Sekuritas, Fahkrul Arifin, menilai tercapainya margin kontribusi positif seiring dengan kenaikan kinerja termasuk di Tokopedia merupakan hal yang fundamental bagi perkembangan bisnis GOTO. Terutama dalam menuju positifnya EBITDA disesuaikan (adjusted EBITDA) yang ditargetkan terealisasi pada akhir 2023.

”GoTo secara konsisten meminimalisir biaya bakar uang dan mendorong peningkatan monetisasi melalui adjustment tarif, serta meluncurkan produk baru dengan margin yang lebih tinggi. Kinerja kuartal I ini menjadi pijakan yang baik dan momentum turn-around bagi GOTO dalam mempercepat profitabilitas,” ungkap Fahkrul kepada media.

Terlebih kenaikan kinerja Tokopedia khususnya dan grup GOTO secara umum ini terjadi di awal tahun di mana sering kali konsumsi dan belanja masih berjalan lambat sebagaimana tercermin dari moderatnya angka GTV di bisnis e-commerce. Hal ini membuktikan bahwa Tokopedia dan GOTO ditopang oleh besarnya pelanggan setia.

”Ada euforia luar biasa dan mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi demi ritual tahunan pulang ke kampung halaman, sehingga ikut mempengaruhi perlambatan GTV. Hari raya Idulfitri serta pencairan THR masuk di kuartal II, jadi faktor seasonal juga memainkan peran di sini,” terangnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, dalam risetnya tentang kinerja GOTO kuartal I-2023 berjudul “Peningkatan Menuju Profitabilitas yang Melebihi Ekspektasi” meyakini strategi efektif yang dilakukan GOTO adalah sebuah transisi yang menempatkan layanan on-demand (Gojek) dan e-commerce (Tokopedia) di posisi yang lebih baik. Hal ini tercermin pada kinerja tiga bulan awal tahun ini.

”Kedua platform (Gojek dan Tokopedia) meraih tingkat penerimaan (take-rate) yang lebih baik secara yoy (year on year) serta mencapai margin kontribusi positif. Keduanya juga terus berhasil menekan kerugian EBITDA,” ujarnya.

Niko juga melihat keberhasilan GOTO dalam menggeser profil demografi pengguna layanan untuk memperkuat basis pelanggan berkualitas (profitable consumer) supaya tercipta profitabilitas yang lebih baik. Situasi ini juga sudah tercermin di kinerja Tokopedia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia