Bos Indosat (ISAT) Sebut Strategi Ini yang Bikin Laba Bersih Melesat
JAKARTA, investor.id – Strategi peningkatan penetrasi pasar atau Go-to-Market berbuah manis, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) berhasil membukukan kinerja positif dengan lonjakan laba bersih 621,6% menjadi Rp 929,1 miliar pada kuartal I-2023.
Presiden Direktur Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pertumbuhan pendapatan dapat diraih berkat eksekusi strategi Go-to-Market. Selain itu, pencapaian ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi dengan para mitra strategis.
“Berbagai pencapaian positif sepanjang kuartal I, termasuk penyelesaian integrasi jaringan kami, akan mempercepat pertumbuhan transformasi digital Indonesia,” jelas Vikram dalam konferensi pers, Jumat (28/4/2023).
Baca Juga:
Laba Bersih Indosat (ISAT) Melesat 621%Secara rinci, selama kuartal I-2023, total pendapatan Indosat tumbuh 9,9% menjadi Rp 11,94 triliun. Pertumbuhan pendapatan yang kuat tersebut dikontribusi oleh kinerja positif dari semua lini bisnis perusahaan.
Dari jumlah tersebut, pendapatan seluler naik 9,4% yang didukung oleh peningkatan pendapatan data dan interkoneksi. pendapatan multimedia, data communication, and internet (MIDI) sebesar 11,2%. Hal itu didorong oleh pertumbuhan pendapatan layanan IT dan internet tetap. Kemudian, pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 24,4% dipicu oleh kenaikan pendapatan telepon internasional dan jaringan tetap.
Selanjutnya, pertumbuhan kinerja top-line yang solid mampu menghasilkan peningkatan EBITDA yang kuat sebesar 21,7% menjadi Rp 5,32 triliun dengan margin EBITDA mencapai 44,6%. Ini menjadi sebab laba dari emiten berkode saham ISAT ini mampu bertumbuh hingga lebih dari 600%.
Masih di periode yang sama, basis pelanggan ISAT berhasil meningkat 3,9 juta mencapai 98,5 juta pelanggan pada kuartal I-2023 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Tercatat, pengguna data 4G bertambah 5,1 juta menjadi 73,4 juta pengguna.
Pencapaian itu diperkuat oleh pertumbuhan pelanggan berkualitas yang menghasilkan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) gabungan pada kuartal pertama tahun 2023 yang mencapai Rp 32,9 ribu, naik dari Rp 32,0 ribu pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






