Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Anjlok, Terungkap Penyebabnya!

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Apr 2023 | 19:00 WIB
BAGIKAN
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto ilustrasi: Perseroan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto ilustrasi: Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,16 triliun pada kuartal I-2023, anjlok 48,89% dari Rp 2,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan kuartal I-2023 yang dipublikasikan di situs perseroan, tercatat pendapatan Rp 9,95 triliun yang naik dari sebelumnya Rp 8,20 triliun. Namun, beban pokok pendapatan juga melonjak tajam dari Rp 4,75 triliun ke Rp 7,89 triliun. Sehingga laba bruto perseroan turun dari Rp 3,45 triliun ke Rp 2,05 triliun.

Lalu terdapat beban umum dan administrasi Rp 509,01 miliar, beban penjualan dan pemasaran Rp 189,80 miliar, dan beban lainnya – neto Rp 39,25 miliar. Alhasil laba usaha Rp 1,31 triliun, anjlok dari Rp 2,86 triliun pada kuartal I-2022.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, laba periode berjalan pada kuartal pertama tahun ini Rp 1,18 triliun, menurun dari Rp 2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba per saham – dasar dan dilusian juga anjlok dari Rp 198 ke Rp 101 per 31 Maret 2023.

Secara terpisah, Corporate Secretary Bukit Asam, Apollonius Andwie C menjelaskan, berbagai hal yang menjadi tantangan bagi perseroan di tahun ini, di antaranya adalah koreksi harga batu bara, fluktuasi pasar, hingga kondisi geopolitik.

“Harga pokok penjualan mengalami kenaikan, di antaranya karena biaya jasa penambangan, bahan bakar, royalti, angkutan kereta api,” papar dia dalam keterangan resmi, Jumat (28/4/2023).

Adapun dari laporan keuangan terungkap bahwa jasa penambangan pada kuartal I-2023 Rp 2,09 triliun, jasa angkutan kereta api Rp 2,05 triliun, bahan bakar dan pelumas Rp 426,63 miliar. Sedangkan royalti ke pemerintah Rp 1,29 triliun.

Apollonius menambahkan, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja positif.

“Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal,” paparnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia