Jumat, 15 Mei 2026

Terkerek Geliat Pasar Mobil dan Motor, Laba Emiten Otomotif Melesat 31%

Penulis : Ely Rahmawati / Muhammad Ghafur Fadillah
2 Mei 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emiten otomotif (Foto: IST)
ilustrasi emiten otomotif (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id – Laba enam emiten otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 31% menjadi Rp 9,8 triliun kuartal I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,45 triliun. Hal ini tak lepas dari naiknya pendapatan sebesar 15% menjadi Rp 99 triliun dari Rp 86 triliun, terkerek lonjakan penjualan sepeda motor dan mobil pada periode itu.

Keenam emiten itu adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM).

Selama kuartal I-2023, penjualan sepeda motor mencapai 1,8 juta unit, naik 44% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun penjualan mobil tumbuh 7% secara menjadi 282 ribu unit.

ADVERTISEMENT

Dari enam emiten itu, Astra meraih laba bersih tertinggi, lantaran mencengkeram kuat pasar mobil dan motor di Indonesia. Laba bersih konglomerasi otomotif terbesar nasional itu mencapai Rp 8,72 triliun kuartal I tahun ini, naik dari Rp 6,8 triliun, didorong geliat bisnis otomotif dan alat berat.

Astra menguasai 50% lebih pasar mobil melalui dua merek andalan, Toyota dan Daihatsu, serta 79% pasar motor melalui Honda. Pada periode itu, pendapatan Astra mencapai Rp 82,98 triliun, naik dari Rp 71,871 triliun.

Sementara itu, Astra Otoparts atau AOP mendulang laba bersih Rp 433 miliar kuartal I tahun ini, naik dari Rp 225 miliar. Perusahaan komponen otomotif Grup Astra itu mencetak pendapatan Rp 4,9 triliun, meningkat dari Rp 4,5 triliun.

Indomobil juga mencetak lonjakan laba bersih fantastis, dari Rp 79 miliar menjadi Rp 178 miliar per Maret 2023. Pendapatan emiten Grup Salim itu mencapai Rp 7,2 triliun, bertambah dari Rp 6,2 triliun. Indomobil adalah perusahaan otomotif nomor dua setelah Astra, yang menjual Nissan, Hino, mobil dan motor Suzuki, serta beberapa merek lain.

Perusahaan komponen Selamat Sempurna meraup laba bersih Rp 221 miliar kuartal I tahun ini, bertumbuh dari Rp 187 miliar. Dalam tiga bulan 2023, Selamat Sempurna mengantongi pendapatan Rp 1,2 triliun, tumbuh dari Rp 1,1 triliun.

Bintraco Dharma, pemilik jaringan dealer Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga meraup kenaikan laba bersih menjadi Rp 45 miliar dari Rp 19 miliar kuartal I tahun ini. Perseroan meraih pendapatan Rp 1,4 triliun, stabil dari periode sama tahun lalu.

Terakhir, produsen komponen Dharma Polimetal terus menorehkan kinerja impresif, dengan pendapatan Rp 216 miliar kuartal I tahun ini, melesat dari Rp 115 miliar. Pemasok komponen sepeda motor Honda, Hyundai, Toyota, dan sejumlah merek lain itu meraup pendapatan Rp 1,4 triliun, naik dari Rp 915 miliar.

Manajemen Dharma Polimetal menegaskan, peningkatan penjualan kuartal I-2023 sejalan dengan perluasan pasar, diiringi ekspansi portofolio produk dalam manufaktur suspension member untuk salah satu merek mobil di Indonesia. Perseroan segera merealisasikan rencana tersebut pada akhir semester pertama tahun 2023.

“Setelah berhasil produksi secara komersial, perusahaan akan menargetkan untuk memperluas portofolio produknya ke komponen lain,” jelas manajemen.

Investasi Besar

Sebelumnya, Astra menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 15 triliun untuk digunakan sebagai dana investasi. Ini sejalan dengan rencana perseroan untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru.

Direktur Utama Astra (ASII) Djony Bunarto Tjondro menyampaikan bahwa perseroan telah mencadangkan dana sebesar Rp 15 triliun yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan rencana investasi. Dana itu, sebut Djony, di luar alokasi capital expenditure (capex) perseroan tahun ini sebesar Rp 24 triliun.

"Tetapi, kami belum bisa beberkan Rp 15 triliun itu untuk investasi apa saja. Jadi, secara agregat, capex dan investasi sekitar Rp 39 triliun. Ini adalah angka konsolidasi," jelas Djony belum lama ini.

Ciptadana Sekuritas menyematkan rekomendasi buy saham ASII dengan target harga Rp 7.200. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham ASII bertengger di level Rp 6.750. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 29 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia