Mau Dapat Dividen Bayan (BYAN)? Simak Jadwal Berikut
JAKARTA, investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membagikan dividen final senilai US$ 0,024 per saham pada 23 Mei 2022. Sedangkan cum dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Mei 2023.
Perseroan sebelumnya telah menetapkan total dividen tahun buku 2022 senilai US$ 1,8 miliar, yaitu sebanyak US$ 1 miliar sebagai dividen interim yang sudah dibayarkan 5 Januari 2023. Sedangkan sisanya masuk sebagai dividen final US$ 800 juta yang akan dibayarkan 23 Mei 2023.
“Total dividen yang akan dibagikan kepada investor untuk tahun buku 2022 sejumlah US$ 1,8 miliar. Sebesar US$ 1 miliar telah kami bagikan sebagai dividen interim pada Januari 2023 atau US$ 0,03 per saham,” ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bayan Resources (BYAN) Jenny Quantero di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tahun ini, perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 220-250 juta. Jumlah ini lebih tinggi dari realisasi capex 2022 senilai US$ 207,9 juta namun lebih rendah dibandingkan anggaran capex tahun lalu sebesar US$ 267,08 juta.
Namun menurut Direktur Bayan Resources (BYAN) Alastair McLeod nilai capex 2023 masih sama dengan kisaran tahun lalu. Dalam kesempatan yang sama, dia pun menjelaskan alasan penetapan anggaran belanja modal tahun ini.
“Jadi 2023 kami berencana menyelesaikan seluruh jalan Mahakam dan sebagian besar perluasan, benar-benar capex untuk rute itu. Walaupun ada yang turun ke paruh pertama 2024. Jadi kami menyelesaikan proyek capex utama di tahun 2023,” jelas Alastair.
Target lainnya sampai Desember 2023, perusahaan membidik produksi sebanyak 42-48 juta metrik ton (MT) dengan volume penjualan yang sama seperti produksi. Jumlah itu diharapkan bisa terserap pasar dengan harga rata-rata (average selling price) US$ 80-90 per MT.
Sedangkan tahun lalu, Bayan berhasil menjual 39,9 juta MT batu bara dengan ASP US$ 117,9 per MT dari total produksi 38,9 juta MT sepanjang 2022. Batu bara tersebut, paling banyak terjual ke Filipina yang setara 30% total penjualan, disusul penjualan dalam negeri sekitar 25%. Sisanya diekspor ke Korea, India, Bangladesh, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing 15%, 8%, 8%, 5%, dan 3%.
Tahun ini, Bayan Resources menargetkan volume produksi dan penjualan sebanyak 42-48 juta ton batu bara. Angka tersebut lebih besar dari realisasi tahun 2022 yang sebanyak 39,9 juta ton batu bara.
Bayan juga memperkirakan rasio pengupasan tanah meningkat menjadi 4-4,5 kali pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 3,9 kali.Terkait proyeksi harga jual tahun ini, menurut data Bayan Resources, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar US$ 117,9 per ton dan lebih tinggi dari realisasi tahun 2021 sekitar US$ 70,7 per ton.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


