Jumat, 15 Mei 2026

Bos Bumi Resources (BUMI) Blak-blakan soal Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Mei 2023 | 14:10 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto ilustrasi: Perseroan)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2023 yang dipublikasikan pada keterbukaan informasi di website Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/5/2023).

Dalam laporan keuangan tersebut, BUMI menorehkan pendapatan US$ 454,86 juta (belum termasuk Kaltim Prima Coal/KPC) yang lebih besar 30% dari kuartal I-2022 dengan raihan US$ 349,87 juta.

BUMI mencatatkan laba tahun berjalan – neto US$ 67,46 juta, naik dari posisi US$ 46,73 juta. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 60,24 juta, tumbuh 39,28% dari US$ 43,25 juta pada 3 bulan pertama tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Secara terpisah, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava mengungkapkan, tahun ini menghadirkan tantangan unik. Di antaranya, dampak dari hujan lebat yang terus menerus sejak akhir 2021, krisis energi dunia yang diperburuk oleh perkembangan geopolitik global, hingga kekhawatiran akan resesi di negara-negara maju.

“Selain itu, ketidakstabilan keuangan yang terjadi baru-baru ini yang berpotensi menyebabkan gangguan ekonomi lebih lanjut,” papar Dileep dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (3/5/2023).

Dia menambahkan, aturan baru pemerintah tentang royalti berdampak pada perolehan laba yang tinggi bagi perusahaan batu bara yang diberikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) baru, US$ 609 juta vs US$ 196 juta yoy yang dibayarkan oleh KPC dan Arutmin.

Dia menegaskan, apabila termasuk konsolidasi dengan KPC, maka pendapatan BUMI US$ 1,64 miliar dan beban pokok pendapatan US$ 1,45 miliar pada kuartal I-2023. Adapun net income atau laba bersih US$ 60,2 juta.

BUMI tidak dapat mengkonsolidasikan KPC dan hanya dapat dijadikan equity accounted untuk 51% yang dimiliki Bumi di dalamnya.

“Untuk kepentingan investor & perbandingan apple-to-apple dengan pemain sektor lainnya, kami juga melaporkan angka konsolidasi Q1 23 (termasuk KPC) vs PSAK 66 (tidak termasuk KPC yang merupakan akun ekuitas),” papar Dileep.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia