Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Terkerek

Penulis : Indah Handayani
6 Mei 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkerek pada perdagangan Jumat (5/5/2023) 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (5/5/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Mei 2023 melonjak 51 Ringgit Malaysia menjadi 4.070 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Juni 2023 menguat 156 Ringgit Malaysia menjadi 3.774 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 terkerek 176 Ringgit Malaysia menjadi 3.601 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 naik 159 Ringgit Malaysia menjadi 3.541 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO September melesat 158 Ringgit Malaysia menjadi 3.516 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 melejit 158 Ringgit Malaysia menjadi 3.514 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO berada pada tren bullish. Sentimen yang mempengaruhi datang dari potensi perubahan yang terjadi pada perdagangan CPO Indonesia tujuan ekspor, dan juga didukung oleh tren positif di pasar minyak kedelai yang turut mengangkat harga CPO.

“Level resistance terdekat di harga 3.700 Ringgit Malaysia per ton, dan support terdekat di harga 3.400 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (5/5/2023).

Hal ini, lanjut Yoga, seiring dengan pergerakan harga minyak kedelai berada pada tren bullish. Sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga minyak kedelai datang dari eskalasi konflik Rusia yang memicu pesimisme akan kelanjutan kesepakatan ekspor via Laut Hitam yang akan berakhir pada 18 Mei mendatang.

“Selain itu, potensi gangguan pasokan terutama akan kedelai asal Brasil pasca tuntutan deforestasi terhadap produk kedelai yang dipasok oleh Cargill, satu pedagang kedelai terbesar yang membeli dari Brasil,” tutup Yoga.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia