Wall Street Reli, Dow Jones Melonjak 1,65%
NEW YORK, investor.id – Wall street reli pada Jumat waktu setempat (5/5/2023). Dow Jones bahkan melonjak 1,65%, membalikan penurunan yang terjadi dalam empat hari beruntun karena saham bank dan saham Apple melonjak.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average melonjak 546,64 poin (1,65%) menjadi ditutup pada 33.674,38. S&P 500 naik 1,85% menjadi 4.136,25. Komposit Nasdaq naik 2,25% dan ditutup pada 12.235,41.
Terlepas dari reli yang terjadi pada Jumat, Dow dan S&P 500 mencatat minggu terburuk sejak Maret 2023. 30 saham yang tergabung dalam indeks Dow Jones kehilangan 1,24%, sedangkan S&P 500 turun 0,8%. Nasdaq menambah keuntungan mingguan kecil sebesar 0,07%.
Saham naik bahkan ketika angka pekerjaan April datang lebih panas dari yang diharapkan. Perekonomian AS menambahkan 253 ribu pekerjaan pada bulan April. Wall Street mengharapkan 180 ribu pekerjaan baru, menurut Dow Jones.
Kamis malam, Apple membukukan lonjakan pada bottom up dan bottom down untuk kuartal kedua fiskal, didorong oleh penjualan iPhone. Saham Apple naik sekitar 4,7%.
Baca Juga:
Harga CPO TerkerekSedangkan rebound saham bank regional didorong oleh catatan dari JPMorgan, yang meningkatkan Western Alliance, Zions Bancorp dan Comerica menjadi overweight. Perusahaan itu mengatakan ketiga bank itu tampak ‘salah harga secara substansial’ sebagian karena aktivitas short-selling.
SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE) maju lebih dari 6%. PacWest, yang turun tajam minggu ini karena berita sedang mempertimbangkan opsi strategis yang mencakup penjualan, mencuat 81,7%. Western Alliance juga melonjak 49,2%.
Saham perbankan berada di bawah tekanan minggu ini, karena para pedagang khawatir institusi lain dapat mengalami nasib yang sama seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank. Kedua bank runtuh pada bulan Maret.
Liz Young, kepala strategi investasi di SoFi, tidak percaya bahwa kejatuhan di sektor perbankan regional telah berakhir meskipun terjadi rebound pada hari Jumat. “Ketika seluruh siklus berita dimulai, itu semacam dijelaskan. Sebagai keadaan unik untuk institusi tertentu. Kenyataannya likuiditas adalah tantangan universal,” katanya.
“Masalah awalnya adalah bahwa penerbangan deposit sedang terjadi. Tapi sekarang tekanan itu tidak lagi harus deposit flight. Ini adalah tanda untuk memasarkan sekuritas di semua pembukuan mereka,” lanjut Young.
“Jadi menurut saya siklus berita ini belum tentu berakhir. Saya juga tidak berpikir itu mati karena sebab alami dalam arti (bahwa) itu memanas dan kemudian mendingin begitu saja tanpa efek,” tambahnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






