Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Pekan Depan Menguat Terbatas, Cermati Peluang Cuan di Tiga Saham Ini

Penulis : Indah Handayani
6 Mei 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Aktivitas investor di galeri sekuritas, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Aktivitas investor di galeri sekuritas, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id –  Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani memprediksi IHSG pekan depan kembali menguat terbatas. Pemodal bisa mencermati peluang cuan di tiga saham ini, salah satunya AKRA.

Chisty menjelaskan, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini (2–5 Mei 2023) cukup tertekan, dimana IHSG mengalami koreksi 1,85%. Pada penutupan perdagangan Jumat (5/5/2023), IHSG terkoreksi 0,82% dan ditutup di level 6.787.  

Tekanan yang terjadi pada IHSG di antaranya berasal dari sentimen global,yaitu hasil FOMC The Fed yang memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps ke level 5%-5,25%. Hal tersebut dilakukan The Fed sebagai upaya untuk meredam tingkat inflasi yang masih jauh di atas target The Fed yakni 2%.

Menurut Chisty, keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada FOMC telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Namun, hal tersebut mendorong kekhawatiran global akan berlanjutnya krisis likuiditas yang terjadi di sektor perbankan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

“Pasalnya, beberapa perbankan Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki rencana untuk melakukan penjualan kepemilikan asetnya,” tulis Chisty dalam risetnya, Sabtu (6/5/2023).

Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran di AS juga perihal adanya potensi kegagalan membayar utang yang tercatat sudah melambung hingga US$ 3,46 triliun pada Juni 2023. Kegagalan tersebut terjadi karena penerimaan pajak sejauh ini lebih rendah dibandingkan proyeksinya.

Kekhawatiran lain terhadap pasar global juga berasal dari rilis GDP (Gross Domestic Product) Amerika Serikat pada kuartal-I 2023 yang sebesar 1,1% (qoq), lebih rendah dari pencapaian kuartal sebelumnya yang sebesar 2,6%. Hal ini mengindikasikan perlambatan ekonomi Amerika Serikat akan terjadi tahun ini di tengah pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.

Katalis negatif lain yang menekan pergerakan IHSG berasal dari koreksi beberapa harga komoditas, di antaranya batu bara, nikel, dan CPO. Harga komoditas-komoditas tersebut terkoreksi menyusul penurunan permintaan global akibat kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi global.

“Katalis negatif tersebut kami proyeksikan merupakan sentimen sesaat, bukan konfirmasi atas fenomena ‘Sell in May and Go Away’ benar terjadi. Pasalnya, sentimen dari data ekonomi dalam negeri sejauh ini masih sangat positif,” tambahnya.

Untuk pekan depan, Chisty memperkirakan IHSG kembali menguat, tapi terbatas. Hal itu bakal didorong oleh beberapa data ekonomi domestik yang menggambarkan bahwa fundamental ekonomi nasional masih tumbuh solid. Salah satunya PMI Manufaktur Indonesia yang masih tercatat dalam level ekspansif 52,7.

“Akselerasi produksi ditopang oleh solidnya permintaan dalam negeri di tengah menurunnya kinerja ekspor akibat potensi perlambatan ekonomi global,” papar Chisty.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode April 2023 juga terjaga pada level 0,33% (mom) atau 4,33% (yoy), dengan inflasi inti sebesar 2,83% (yoy) atau masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia yakni dalam rentang 3% +/- 1%. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal-I 2023 tercatat tumbuh 5,03% (yoy)mencapai Rp 5.071,7 triliun sebagai dampak dari konsumsi masyarakat yang cukup tinggi.

Secara teknikal, Chisty menambahkan, pergerakan IHSG secara jangka pendek breakdown support pada level 6.800. Indikator stochastic terpantau turun, yang merupakan sinyal bearish continuation. Namun, masih tertahan di atas support 6.730.

“IHSG pekan depan diproyeksikan bergerak menguat terbatas di level resistance terdekat, yakni pada level psikologis 6.800 untuk kemudian resistance selanjutnya pada level 6.827,” ucap Chisty.

Chisty merekomendasikan tiga saham yang berpeluang memberikan cuan pada perdagangan pekan depan.

AKRA

Rekomendasi: Buy on weakness di area Rp 1.505

Target harga: pada resistance di level Rp 1.570

Cut loss: apabila break support di level harga Rp 1.495.

BBRI

Rekomendasi: Buy di area Rp 5.225

Target harga: pada resistance di level Rp 5.300

Cut loss: apabila break support di level harga Rp 4.990.

BBCA

Rekomendasi: Buy di area Rp 8.950- Rp 9.000

Target harga: pada resistance di level Rp 9.200

Cut loss: apabila break support pada level harga Rp 8.700.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia