Harga Minyak Bullish Dipicu Gangguan Produksi Kanada Akibat Kebakaran
JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau berada pada tren bullish pada Selasa pagi (9/5/2023). Didukung oleh sentimen dari gangguan produksi di Kanada akibat kebakaran, dan kekhawatiran akan keamanan jalur Laut Hitam kedepannya pasca penghentian kesepakatan ekspor oleh Rusia. Meski demikian, kecemasan akan situasi keuangan Amerika Serikat (AS) membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, provinsi penghasil minyak utama Kanada Alberta pada hari Sabtu mengumumkan keadaan darurat provinsi karena kebakaran hutan, memaksa penutupan untuk setidaknya 280 ribu bph, atau lebih dari 3% produksi negara itu. Hingga Senin sore, 98 kebakaran hutan masih aktif, dengan hampir 30 diklasifikasikan sebagai tidak terkendali.
“Cuaca yang lebih dingin di Alberta pada hari Senin membantu petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan kebakaran hutan yang meluas, tetapi pemerintah mengatakan perlu waktu berbulan-bulan sebelum semua kobaran api dapat dikendalikan,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (9/5/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Kementerian Rekonstruksi Ukraina pada hari Senin mengatakan bahwa Rusia telah secara efektif menghentikan kesepakatan ekspor biji-bijian laut Hitam dengan menolak mendaftarkan kapal yang masuk. Sebanyak 90 kapal, termasuk 62 kapal untuk memuat, sedang menunggu persetujuan di perairan teritorial Turki untuk menuju ke pelabuhan Ukraina.
“Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran utama yang menghubungkan Eropa dan Asia kedepannya,” tambahnya.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebutkan, Menteri Keuangan Janet Yellen menghubungi para pemimpin bisnis dan keuangan AS untuk menjelaskan dampak "malapetaka" jika AS gagal membayar utangnya terhadap ekonomi AS dan global, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin.
Pada pekan lalu, Yellen telah memperingatkan bahwa Departemen Keuangan kemungkinan tidak akan mampu membayar semua tagihan pemerintah paling cepat 1 Juni tanpa adanya kenaikan batas utang federal. Keseriusan situasi keuangan AS saat ini juga terlihat dari keputusan Yellen untuk menunda perjalanan yang direncanakan ke Jepang untuk pertemuan para menteri keuangan G7 pada minggu ini.
Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, survei terbaru The Fed menunjukkan kondisi kredit untuk bisnis dan rumah tangga AS terus mengetat di bulan-bulan pertama tahun ini, namun situasi ini diperkirakan akibat dari kebijakan peningkatan suku bunga secara agresif oleh Fed. Meskipun bukan disebabkan oleh kekhawatiran di sektor perbankan pasca keruntuhan Silicon Valley Bank pada bulan Maret, The Fed mengisyaratkan tidak ingin situasi pengetatan kredit ini terlalu jauh karena dapat mendorong terjadinya resesi.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 71 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






