Jumat, 15 Mei 2026

Wika Beton (WTON) Bagikan Dividen Rp 32,68 Miliar

Penulis : Muawwan Daelami
10 Mei 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ket. Foto: Wika Beton terus agresif untuk meningkatkan perolehan kontrak baru sampai 20% pada tahun depan.
Ket. Foto: Wika Beton terus agresif untuk meningkatkan perolehan kontrak baru sampai 20% pada tahun depan.

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton merestui pembagian dividen tunai sebesar Rp 32,6 miliar tahun buku 2022 atau 20% dari laba bersih Rp 162,9 miliar.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Dedi Indra menyebutkan, dividen per saham tahun buku 2022 mencapai Rp 3,75. "Sementara itu, sebesar 80% dari laba bersih atau senilai Rp 130,23 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya," kata Dedi dalam keterangan resmi, Selasa (9/5/2023).


Dalam RUPST tersebut, perseroan menyepakati perubahan pengurus. Dari jajaran komisaris, Wika Beton memberhentikan Dadan Tri Yudianto dari jabatannya komisaris independent, Harno Trimadi sebagai komisaris, sedangkan Sidiq Purnomo dicopot dari posisi direktur teknik dan produksi.

Di sisi lain, Dedi mengumumkan, RUPST Wika Beton juga mendaulat Hermawan Dhewayanto sebagai komisaris utama, lalu mengangkat Miftachul Munir sebagai komisaris, dan menunjuk Nita Prihutaminingrum sebagai komisaris independen, termasuk menyetujui Verly Widiantoro sebagai direktur teknik dan produksi.

Baca juga: Industri Furnitur Lokal Harus Mampu Bidik Pasar Ekspor Alternatif

Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (Wika/WIKA) ini menargetkan  kontrak tahun 2023 sebesar Rp 8,66 triliun dan pendapatan sebesar Rp 7,61 triliun, serta target laba bersih sebanyak Rp 225,84 miliar.

"Target tahun 2023 ini dapat ditinjau lebih lanjut berdasarkan perkembangan kondisi ekonomi sepanjang tahun," ungkap Dedi.

Baca juga: Agung Sedayu Gandeng Ascott untuk Kelola Oakwood Fatmawati

Pedoman target kinerja perseroan pada tahun ini sejalan dengan kinerja positif tahun 2022. Tahun lalu, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp 7,01 triliun dengan pendapatan usaha sebesar Rp 6 triliun, dan laba bersih Rp 171,06 miliar, meningkat 110% dari 2021 sebesar Rp 81,43 miliar. 

ADVERTISEMENT

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia