Emas Tergelincir Setelah Aksi Ambil Untung Menyusul Data Inflasi AS
CHICAGO, investor.id - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut. Pasalnya, optimisme atas pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) memudar setelah laporan inflasi Amerika Serikat (AS) dan memicu aksi ambil untung di antara sejumlah investor.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 5,80 dolar AS atau 0,28% menjadi ditutup pada 2.037,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.056,00 dolar AS dan terendah di 2.028,30 dolar AS.
Emas berjangka yang dipantau dari Antara terkerek 9,70 dolar AS atau 0,48% menjadi 2.042,90 dolar AS pada Selasa (9/5), setelah terangkat 8,40 dolar AS atau 0,41% menjadi 2.033,20 dolar AS pada Senin (8/5), dan anjlok 30,90 dolar AS atau 1,50% menjadi 2.024,80 dolar AS pada Jumat (5/5).
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (10/5) indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,4% pada April 2023, sejalan dengan ekspektasi pasar. Secara tahunan tingkat inflasi AS adalah 4,9%, sedikit lebih rendah dari perkiraan dan turun dari kenaikan tahun ke tahun (YoY) sebesar 5,0% pada Maret 2023. Pembacaan inflasi tahunan di bawah 5,0% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
Dengan angka CPI yang sesuai dengan ekspektasi, para trader kecewa karena mereka tidak bisa mendapatkan gambaran pasti tentang waktu penurunan suku bunga dan jeda suku bunga. Para analis pasar berpendapat Federal Reserve (Fed) dapat terus mengulur waktu dan menunggu kejelasan dari rilis data ekonomi mendatang selama beberapa bulan mendatang.
"Masih ada risiko Fed harus mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama ... Emas akan membutuhkan lebih banyak penurunan suku bunga untuk menjadi harga yang agresif guna melanjutkan reli," kata analis pasar senior di OANDA Edward Moya, Kamis (11/5).
Tetapi beberapa analis mengatakan emas dapat mencoba mencapai rekor tertinggi, mengingat kekhawatiran ekonomi yang terus-menerus termasuk potensi gagal bayar jika plafon utang AS tidak dinaikkan.
"Lebih banyak perhatian harus diberikan pada keadaan sistem perbankan dan kecerobohan dalam pembicaraan plafon utang," kata analis StoneX Rhona O'Connell.
Fokus pasar sekarang bergeser ke indeks harga produsen (PPI) April 2023 yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat untuk petunjuk lebih lanjut.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 24 sen atau 0,93% menjadi ditutup pada 25,658 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 3,10 dolar AS atau 0,28% menjadi menetap pada 1.119,10 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






