Jumat, 15 Mei 2026

Emas Tergelincir Setelah Aksi Ambil Untung Menyusul Data Inflasi AS

Penulis : Grace El Dora
11 Mei 2023 | 09:46 WIB
BAGIKAN
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)

CHICAGO, investor.id - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut. Pasalnya, optimisme atas pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) memudar setelah laporan inflasi Amerika Serikat (AS) dan memicu aksi ambil untung di antara sejumlah investor.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 5,80 dolar AS atau 0,28% menjadi ditutup pada 2.037,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.056,00 dolar AS dan terendah di 2.028,30 dolar AS.

Emas berjangka yang dipantau dari Antara terkerek 9,70 dolar AS atau 0,48% menjadi 2.042,90 dolar AS pada Selasa (9/5), setelah terangkat 8,40 dolar AS atau 0,41% menjadi 2.033,20 dolar AS pada Senin (8/5), dan anjlok 30,90 dolar AS atau 1,50% menjadi 2.024,80 dolar AS pada Jumat (5/5).

ADVERTISEMENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (10/5) indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,4% pada April 2023, sejalan dengan ekspektasi pasar. Secara tahunan tingkat inflasi AS adalah 4,9%, sedikit lebih rendah dari perkiraan dan turun dari kenaikan tahun ke tahun (YoY) sebesar 5,0% pada Maret 2023. Pembacaan inflasi tahunan di bawah 5,0% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

Dengan angka CPI yang sesuai dengan ekspektasi, para trader kecewa karena mereka tidak bisa mendapatkan gambaran pasti tentang waktu penurunan suku bunga dan jeda suku bunga. Para analis pasar berpendapat Federal Reserve (Fed) dapat terus mengulur waktu dan menunggu kejelasan dari rilis data ekonomi mendatang selama beberapa bulan mendatang.

"Masih ada risiko Fed harus mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama ... Emas akan membutuhkan lebih banyak penurunan suku bunga untuk menjadi harga yang agresif guna melanjutkan reli," kata analis pasar senior di OANDA Edward Moya, Kamis (11/5).

Tetapi beberapa analis mengatakan emas dapat mencoba mencapai rekor tertinggi, mengingat kekhawatiran ekonomi yang terus-menerus termasuk potensi gagal bayar jika plafon utang AS tidak dinaikkan.

"Lebih banyak perhatian harus diberikan pada keadaan sistem perbankan dan kecerobohan dalam pembicaraan plafon utang," kata analis StoneX Rhona O'Connell.

Fokus pasar sekarang bergeser ke indeks harga produsen (PPI) April 2023 yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat untuk petunjuk lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 24 sen atau 0,93% menjadi ditutup pada 25,658 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 3,10 dolar AS atau 0,28% menjadi menetap pada 1.119,10 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia