Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Batu Bara Berguguran, Grup Adaro Paling Parah!

Penulis : Parluhutan Situmorang
19 Mei 2023 | 16:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batubara
ilustrasi batubara

JAKARTA, investor.id –Saham perusahaan tambang batu bara bergugurkan sepanjang Mei berjalan. Penurunan harga tersebut memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung terkoreksi. Bahkan hari ini penurunan saham batu bara menjadi pemberat utama kenaikan IHSG.

Berikut beberapa saham produsen batu bara besar di Indonesia, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Indonesia (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),  PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY). Ada juga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Harga saham ADRO turun 23,32% dari Rp 3.130 menjadi Rp 2.400 sepanjang Mei berjalan. Saham ITMG anjlok 25,6% dari level Rp 33.300 menjadi Rp 24.775. Saham BYAN anjlok 11,97% dari level Rp 21.500 menjadi Rp 18.925.

ADVERTISEMENT

Penurunan tajam juga melanda saham HRUM sebanyak 16,55% dari Rp 1.510 menjadi Rp 1.260. Saham INDY turun dari Rp 2.600 menjadi Rp 1.865. Begitu juga dengan saham ADMR anjlok 24% dari Rp 1.100 menjadi Rp 835. Saham UNTR juga anjlok sebanyak 19,37% dalam dari level Rp 28.900 menjadi Rp 23.300. Sedangkan saham BUMI turun dari Rp 121 menjadi Rp 116.

Penurunan harga saham batu bara tersebut sejalan dengan data penurunan harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Mei 2023 telah mencapai 5,9% menjadi US$ 159,35 per ton pada Kamis (18/5/2023) dari penutupan sebelumnya US$ 165,25.

Harga batu bara melemah 16,13% dalam sebulan terakhir dan secara year on year, terkoreksi hingga 45,33%. Koreksi mencapai 48,87% jika dibandingkan secara year to date. Sementara harga batu bara acuan Indonesia bulan Mei 2023 ditetapkan Kementerian ESDM sebesar US$ 206,16 per ton.

Menurut Bank Dunia, harga komoditas global diperkirakan akan turun tahun ini dengan laju tercepat sejak dimulainya pandemi Covid-19, tetapi masih di atas level prapandemi. Harga batu bara diperkirakan akan turun 42% pada tahun 2023.

Produksi batu bara global diperkirakan akan meningkat sebesar 1,1% pada tahun 2023, menurut International Energy Agency (IEA). Peningkatan ini didorong oleh kenaikan output dari produsen utama seperti Tiongkok, India, dan Australia. Tiongkok adalah produsen batu bara terbesar di dunia, dan outputnya diperkirakan akan meningkat sebesar 2,3% pada tahun 2023.

Output industri Tiongkok tumbuh 5,6% pada bulan April dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada hari Selasa, meleset dari ekspektasi dengan margin yang besar tetapi meningkat dari kenaikan 3,9% yang terlihat pada bulan Maret.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia