Mirae Rekomendasikan AKR Corporindo (AKRA) Buy, Berapa Target Harganya?
JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan buy. Berapa target harganya?
Analis Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, AKRA adalah holding lebih dari 18 anak perusahaan yang terutama bergerak dalam bisnis logistic. Terutama dalam perdagangan dan distribusi BBM dan bahan kimia dasar yang merupakan bagian integral dari siklus operasional industri pertambangan dan industri hilir pertambangan logam dasar, masing-masing.
Robertus menambahkan, perseroan memiliki fasilitas penyimpanan BBM dan bahan kimia di 20 lokasi di seluruh negeri dengan kapasitas lebih dari 820 ribu KL. “AKRA juga memiliki kehadiran operasional di 11 pelabuhan laut dan 6 pelabuhan sungai,” tulis Robertus dalam risetnya Senin (22/5/2023).
Menyusul penerapan larangan ekspor bijih nikel pada Januari 2020, Roberstus mengatakan, pemerintah juga menaikkan tarif ekspor atau melarang sama sekali ekspor bijih mineral lainnya, termasuk tembaga, bauksit, dan timah. Menurut data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat 91 izin aktif untuk smelter logam dasar, dengan 48 beroperasi penuh dan 5 masih dalam tahap konstruksi, yang dijadwalkan beroperasi penuh pada akhir tahun ini.
“Salah satu smelter terbesar adalah smelter tembaga Freeport, yang terletak di fasilitas JIIPE AKRA,” tambahnya.
Selain bahan bakar, lanjutnya, beberapa smelter juga membutuhkan bahan kimia dasar dalam proses produksinya, sehingga memberikan peluang pertumbuhan bagi perusahaan yang terlibat dalam penyediaan logistik yang diperlukan.
“Oleh karena itu, kami menginisiasi AKRA dengan rekomendasi buy pada target harga Rp 1.780, yang menyiratkan masing-masing 12,5 kali dan 8,8 kali dari rasio P/E dan EV/EBITDA konsolidasi 2023,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





