Industri Batu Bara Menuju Sunset, Bayan Resources (BYAN) Bicara Industri Petrokimia
JAKARTA, Investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberi signal ekspansi untuk melikik pengembangan industri petrokimia (petrochemical). Langkah ini bagian dari upaya perseroan bertransisi menuju energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Bayan Resources Alexander Ery Wibowo memprediksi, industri batu bara ke depan bisa dimanfaatkan untuk mendukung industri petrochemical. “Yang kelihatan saat ini adalah bisa menjadi industri petrochemical,” ucap Alex di acara Green Economic Forum, Senin (22/5).
Di luar itu, sebagai perseroan yang memiliki model bisnis di sektor pertambangan dan industri batu bara, Alex menambahkan, Bayan juga bisa menjadi pemain di bidang logistik khususnya di bidang pertambangan.
Sebab bagaimanapun, perseroan memiliki keterkaitan yang kuat dengan penyelenggaraan di bidang logistik mulai dari infrastruktur sampai pengiriman komoditas. “Jadi Bayan sendiri bisa tetap menjadi perusahaan di bidang logistik terutama yang berkaitan dengan ketersediaan energi,” tambahnya.
Di tengah ancaman ‘sunset’ industri batu bara yang menuju net zero emission, Alex menyatakan, perseroan masih memiliki waktu untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mencari bentuk model bisnis power producer yang tepat di masa mendatang.
“Karena menurut saya, lokomotif dari kelistrikan nasional dan transportasi nasional adalah PLN dan Pertamina. Memang, proses ini berjalan terus. Tapi setidaknya, direction dari industri batu bara untuk kelistrikan, maka saya pikir saat ini riset memprediksi akan bisa dimanfaatkan untuk industri petrochemical,” tandas Alex.
Dirinya tak menampik, industri batu bara ke depan pasti akan menghadapi fase pasang surut. Namun, sebagai komoditas global, industri batu bara tetap akan dibutuhkan. Terlebih, distribusi atau transportasi komoditas ini bertarif, sehingga ketersediaan batu bara bakal menjadi nilai tambah bahkan menjadi kekuatan bagi Indonesia.
Alex memastikan bahwa semua pemain di industri pasti sudah memiliki rencana diversifikasi apabila hal-ihwal anomaly menimpa industri ini.
“Jadi, saya pikir kita sangat bersyukur dengan kekayaan sumber energi yang beragam, kita tetap menjalankan roadmap yang bisa diterima oleh banyak pihak. Bahkan, pelaku industri batu bara sendiri pun menerima roadmap net zero pun sudah ada,” tutup Alex.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






