Laba Emiten Properti dan Konsumer Terbang, Sawit Menukik
JAKARTA, Investor.id – Laba emiten sektor konsumer dan properti naik tajam pada kuartal I-2023, sedangkan emiten perkebunan kelapa sawit terpuruk. Tren peningkatan kinerja sektor konsumer dan properti diprediksi berlanjut sampai akhir 2023, seiring masih solidnya pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspektasi berhentinya penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).
Selain emiten konsumer dan properti, emiten bank, otomotif, dan pertambangan mineral mencetak kinerja impresif. Adapun emiten batu bara masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih secara tahunan, kendati secara kuartalan merosot tajam.
Di sisi lain, emiten bank menjadi peraup laba bersih terbesar selama tiga bulan 2023. Penyumbang laba tertinggi tentu saja empat bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI
Hal itu tercantum dalam laporan riset RHB Sekuritas yang memotret kinerja emiten kuartal I-2023, dikutip Rabu (24/5/2023). Per Maret 2023, laba sejumlah emiten properti yang diriset RHB melejit 51% menjadi Rp 2,1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,4 triliun. Mereka adalah PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
BSD mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi pada periode itu, sebesar 154%, diikuti Summarecon sebesar 60%. Adapun Alam Sutera mencetak penurunan laba bersih tertinggi sebesar 78%.
Sementara itu, RHB mencatat, kuartal I tahun ini, lima emiten konsumer yang diriset mencetak laba bersih Rp 9,9 triliun, naik dari periode sama tahun lalu Rp 6,7 triliun. Mereka adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI).
Realisasi laba lima emiten konsumer ini mencapai 36,6% dari proyeksi RHB setahun penuh dan 38,8% dari konsensus analis. Emiten yang mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi adalah Indofood CBP sebesar 103%.
Tak ketinggalan, emiten perbankan panen laba bersih Rp 48 triliun kuartal I tahun ini, tumbuh 28% dari periode sama tahun lalu Rp 37,7 triliun. Hal ini saja dipicu lonjakan laba bersih empat bank besar penguasa market cap Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI. BCA mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di saham bank yang diriset RHB, sebesar 43%.
Sektor otomotif juga mencetak kinerja fantastis pada periode ini, dengan kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp 9,1 triliun. Jumlah itu jauh melampaui prediksi RHB dan konsensus, masing-masing 31,8% dan 30,4% dari proyeksi setahun. Emiten yang diriset PT Astra International Tbk (ASII), kelompok usaha otomotif terbesar di Indonesia, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Emiten batu bara juga masih membukukan pertumbuhan laba bersih 5,5% secara tahunan kuartal I-2023 menjadi Rp 16,2 triliun. Namun, secara kuartalan, laba emiten batu bara ambles 25%, seiring kejatuhan harga emas hitam di pasar dunia. Adapun emiten batu bara yang diriset RHB adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Emiten pertambangan mineral juga mencetak kinerja impresif, dengan kenaikan 29,6% menjadi Rp 3,1 triliun, sedangkan laba emiten migas terpangkas 9,9% menjadi Rp 1,9 triliun. Emiten pertambangan mineral yang diriset RHB adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sementara itu, dua emiten sawit yang diriset RHB Sekuritas, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) meraih laba bersih Rp 424 miliar per Maret 2023, turun tajam dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 771 miliar. Hal ini disebabkan turunnya penjualan ekspor.
Total laba bersih emiten yang diriset RHB naik 18% menjadi Rp 101 triliun per Maret 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 86 triliun. Jumlah itu sesuai dengan estimasi, lantaran merefleksikan 26% dari proyeksi setahun penuh RHB dan konsensus analis.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






