Emas Jatuh Ditekan Dolar yang Menguat
CHICAGO, investor.id – Harga emas merosot lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut. Emas ditekan harga dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat didukung tanda-tanda terbaru dari ekonomi AS yang tangguh, sementara kegelisahan atas pembicaraan pagu utang AS memicu investor pindah ke mata uang aman dolar.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 9,90 dolar AS atau 0,50% menjadi ditutup pada 1.964,60 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.987,90 dolar AS dan terendah di 1.958,40 dolar AS.
Emas berjangka jatuh 2,70 dolar AS atau 0,14% menjadi 1.974,50 dolar AS pada Selasa (23/5), setelah terpangkas 4,40 dolar AS atau 0,22% menjadi 1.977,20 dolar AS pada Senin (22/5), dan terangkat 21,80 dolar AS atau 1,11% menjadi 1.981,60 dolar AS pada Jumat (19/5).
Dolar mencapai tertinggi baru dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Rabu (24/5). Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,38% menjadi 103,8847 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).
Sementara itu, kebuntuan atas negosiasi plafon utang AS di Washington mendorong permintaan safe haven untuk emas sehingga menahan penurunan lebih lanjut, karena para trader memposisikan diri untuk perlambatan aktivitas ekonomi global tahun ini.
Negosiasi yang konsisten antara anggota parlemen Demokrat dan Republik sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan untuk menaikkan batas pengeluaran AS dan menghindari gagal bayar (default). Ini datang menjelang tenggat waktu Juni untuk gagal bayar, yang bisa menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi ekonomi global.
Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, Federal Reserve (Fed) merilis risalah pertemuan 2-3 Mei. Dalam diskusi mereka tentang prospek kebijakan, beberapa pejabat mengatakan jika ekonomi berkembang seperti yang mereka harapkan, penguatan kebijakan lebih lanjut setelah pertemuan ini mungkin tidak diperlukan.
Hanya “beberapa” pejabat, menurut laporan Antara, yang menilai pengetatan kebijakan tambahan “kemungkinan besar” terjadi.
Beberapa pejabat Fed mengatakan bank sentral AS harus mengkomunikasikan pemotongan suku bunga tidak mungkin terjadi tahun ini dan kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak dikesampingkan.
Adapun Federal Reserve mempertahankan perkiraannya untuk resesi ringan pada 2023.
Investor sedang menunggu rilis produk domestik bruto (PDB) AS pada Kamis waktu setempat dan data inflasi pada Jumat (26/5).
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 38,40 sen atau 1,63% menjadi ditutup pada 23,24 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 28,10 dolar AS atau 2,66% menjadi menetap pada 1.029,50 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






