Jumat, 15 Mei 2026

Merger BUMN Karya Tingkatkan Kepercayaan Investor, Saham Bakal Bangkit?

Penulis : Zsazya Senorita
26 Mei 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, Investor.id – Merger sejumlah BUMN karya di bawah PT Danareksa diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat struktur permodalan perusahaan konstruksi pelat merah. Merger ini juga diharapkan dapat mengatasi masalah klasik BUMN karya, seperti arus kas negatif dan utang yang menggunung.

Hal ini diungkapkan analis Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima dan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta merespons pernyataan terbaru Menteri BUMN Erick Thohir terkait merger BUMN karya. Erick memastikan, BUMN-BUMN karya besar akan digabung di bawah PT Danareksa.

Kepercayaan investor menjadi isu strategis di tengah krisis utang yang membelit sejumlah BUMN karya. Bahkan, beberapa BUMN karya gagal bayar dan mengajukan restrukturisasi. Contohnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang kini dalam posisi standstill. Imbasnya, saham WSKT disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga resmi mengajukan restrukturisasi utang bank Rp 12,6 triliun.

ADVERTISEMENT
Merger BUMN Karya Tingkatkan Kepercayaan Investor, Saham Bakal Bangkit?
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Sementara itu, kinerja saham sejumlah BUMN karya jeblok. Sepanjang 2023, saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ambles 29%, jauh lebih besar dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia yang hanya turun 2,1%. Adapun saham WSKT merosot 44%, WIKA melorot 50%, sedangkan PT PP Tbk (PTPP) turun 28,6%.

Raphon Prima menegaskan, perusahaan gabungan BUMN karya bisa memiliki struktur permodalan yang lebih baik. Imbasnya, perusahaan itu punya ruang yang lebih besar untuk meminta pinjaman ke perbankan. “Dengan demikian, perusahaan ini dapat lebih cepat mengerjakan proyek-proyek konstruksi dan menghasilkan cashflow lebih cepat,” kata dia, Kamis (25/5/2023).

Nafan Aji Gusta menilai, merger BUMN karya yang terdaftar di BEI dapat meningkatkan jumlah aset perusahaan terkait. Dengan demikian, sesama BUMN karya bisa bersinergi dan menjalankan strategi bisnis dengan efektif.

“Dengan adanya merger ini, diharapkan strategi bisnis dalam membangun infrastruktur yang diamanahkan pemerintah ke depannya bisa berjalan baik. Selain itu, dengan penerapan good corporate governance, kepercayaan investor terhadap BUMN karya dapat meningkat,” jelas Nafan.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia