Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Menguat Tiga Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
27 Mei 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Jumat (26/5/2023). Dengan demikian, harga CPO menguat dalam perdagangan tiga hari beruntun.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (26/5/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2023 naik 25 Ringgit Malaysia menjadi 3.590 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 terkerek 52 Ringgit Malaysia menjadi 3.602 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 meningkat 66 Ringgit Malaysia menjadi 3.559 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 naik 72 Ringgit Malaysia menjadi 3.554 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Oktober bertambah 71 Ringgit Malaysia menjadi 3.557 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 meningkat 73 Ringgit Malaysia menjadi 3.560 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO hari ini terpantau bergerak pada tren bullish. Untuk sentimen penggeraknya adalah proyeksi terbaru dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) yang memperkirakan akan terjadi penurunan produksi CPO Malaysia antara 1 dan 3 juta ton pada tahun depan.

“Hal itu merupakan dampak dari gangguan akibat cuaca El Nino serta potensi kekurangan pekerja di perkebunan,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (26/5/2023).

Di saat yang sama, Yoga menambahkan, pasokan CPO Indonesia ke pasar global juga berpotensi terganggu dengan adanya rencana peluncuran Bursa CPO Ekspor yang berpotensi merubah pola dinamika saat ini, serta gangguan produksi akibat cuaca El Nino.

Selain sentimen dari pasokan, lanjut Yoga, kedua negara produsen terbesar CPO dunia itu berencana bertemu Uni Eropa pada minggu depan untuk membahas terkait UU deforestasi. “Untuk potensi resistance terdekat berada di level 3.650 Ringgit Malaysia per ton dan support terdekat di level 3.450 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia